Mahfud MD Dukung Pembangunan Lapas Terintegrasi dengan Ponpes dan Rehabilitasi Narkoba

Kompas.com - 03/05/2021, 16:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD saat berkunjung ke Lapas Kelas IIB Pasuruan, Minggu. (Antara Jatim/Kanwiljumham Jatkm/IS) Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD saat berkunjung ke Lapas Kelas IIB Pasuruan, Minggu. (Antara Jatim/Kanwiljumham Jatkm/IS)

 

Pesantren jadi program unggulan

Kakanwil Kumham Jatim Krismono menjelaskan bahwa pesantren adalah program unggulan Lapas Pasuruan.

Setiap angkatan berjumlah 100 orang dan akan mengikuti kurikulum pendidikan selama enam bulan.

"Dengan kurikulum selama enam bulan. Jika lulus, akan diwisuda. Sudah ribuan alumni dari ponpes Lapas Pasuruan ini," ujar Krismono.

Mereka lalu menengok ke bengkel kerja dan melihat proses penjahitan sarung, merangkai surban.

Di proses akhir di meja Quality Control (QC), Mahfud tampak teliti memeriksa hasil kerja WBP dengan cermat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sumber: Antara

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Tasikmalaya Gelar Vaksinasi Anak di Mal, Ini Alasannya

Kota Tasikmalaya Gelar Vaksinasi Anak di Mal, Ini Alasannya

Regional
Baliho Puan Maharani Kembali Jadi Sasaran Aksi Vandalisme, Dicoret dan Ditulisi Kata-kata Kotor

Baliho Puan Maharani Kembali Jadi Sasaran Aksi Vandalisme, Dicoret dan Ditulisi Kata-kata Kotor

Regional
Berikan Bantuan Sembako, Wali Kota Salatiga : Jika Ada yang Menunda Laporkan Saya

Berikan Bantuan Sembako, Wali Kota Salatiga : Jika Ada yang Menunda Laporkan Saya

Regional
Viral, Banner 'Merdeka Promo PPKM Beli Satu Gratis Satu Kecuali Presiden', Ini Penjelasan Pemilik Kedai

Viral, Banner "Merdeka Promo PPKM Beli Satu Gratis Satu Kecuali Presiden", Ini Penjelasan Pemilik Kedai

Regional
Satpol PP Bubarkan Aktivitas Belajar Tatap Muka di Sikka, Ini Penjelasan Bupati

Satpol PP Bubarkan Aktivitas Belajar Tatap Muka di Sikka, Ini Penjelasan Bupati

Regional
'Yang Isoman Dijagain Sampai Sembuh, Jangan Sampai Berkeliaran'

"Yang Isoman Dijagain Sampai Sembuh, Jangan Sampai Berkeliaran"

Regional
PPKM Level 4 di Kabupaten Bogor, Ada 5 Perubahan Aturan

PPKM Level 4 di Kabupaten Bogor, Ada 5 Perubahan Aturan

Regional
PPKM Level 4 di Banyumas Disesuaikan, Kapolresta: Warga Jangan Euforia, Covid-19 Belum Selesai

PPKM Level 4 di Banyumas Disesuaikan, Kapolresta: Warga Jangan Euforia, Covid-19 Belum Selesai

Regional
Ibadah Umrah Dibuka dengan Syarat Karantina 14 Hari, Kemenag Sumedang: Biaya Tambahannya Memberatkan

Ibadah Umrah Dibuka dengan Syarat Karantina 14 Hari, Kemenag Sumedang: Biaya Tambahannya Memberatkan

Regional
40 Tahun Jadi Tukang Becak, Sukadi Kaget Dapat Bantuan Rp 600.000, Ini Kisahnya

40 Tahun Jadi Tukang Becak, Sukadi Kaget Dapat Bantuan Rp 600.000, Ini Kisahnya

Regional
Video Call dengan Pasien Covid-19, Menteri Basuki: Kalau Ada yang Isoman, Segera Lapor

Video Call dengan Pasien Covid-19, Menteri Basuki: Kalau Ada yang Isoman, Segera Lapor

Regional
RS Covid-19 di Banyumas Masih Penuh, Lebih Banyak yang Datang daripada yang Sembuh

RS Covid-19 di Banyumas Masih Penuh, Lebih Banyak yang Datang daripada yang Sembuh

Regional
Penderita Covid-19 Banyak yang Cemas dan Kebingungan Saat Isoman

Penderita Covid-19 Banyak yang Cemas dan Kebingungan Saat Isoman

Regional
Satu Pegawai Meninggal karena Covid-19, Kantor Disnakertrans Grobogan Tutup 3 Hari

Satu Pegawai Meninggal karena Covid-19, Kantor Disnakertrans Grobogan Tutup 3 Hari

Regional
Cerita di Balik Jenazah Diduga Pasien Covid-19 Tergeletak di Jalan Kota Jember

Cerita di Balik Jenazah Diduga Pasien Covid-19 Tergeletak di Jalan Kota Jember

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X