KILAS DAERAH

Sektor Perikanan Dinilai Menguntungkan, Pemprov Jabar Luncurkan "Petani Ikan Milenial"

Kompas.com - 27/04/2021, 15:51 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil kembali meluncurkan program Petani Ikan Milenial (PIM) di Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan Ciherang, Kabupaten Cianjur, Selasa (27/4/2021). Peresmian program itu ditandai dengan menebar benih ikan di 60 kolam bioflok. DOK. Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil kembali meluncurkan program Petani Ikan Milenial (PIM) di Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan Ciherang, Kabupaten Cianjur, Selasa (27/4/2021). Peresmian program itu ditandai dengan menebar benih ikan di 60 kolam bioflok.

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menilai bahwa sektor perikanan di Jabar memiliki prospek yang menguntungkan.

Melihat hal itu, pihaknya pun meluncurkan program Petani Ikan Milenial (PIM) di Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan Ciherang, Kabupaten Cianjur, Selasa (27/4/2021).

Adapun peresmian PIM ditandai dengan penebaran benih ikan di 60 kolam bioflok.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan, mengatakan, untuk tahap pertama PIM, tercatat ada 55 pemuda yang lolos rangkaian tahap seleksi berjenjang.

“Petani milenial ini nanti beranak cabang, dari kemarin pertanian sekarang perikanan. Nanti dilanjutkan ke peternakan dan kehutanan. Semua butuh waktu untuk mencapai kesuksesan,” kata Kang Emil dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Baca juga: Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mendukung program itu, sebut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar bahkan telah menyiapkan fasilitas permodalan melalui Bank BJB kepada para petani milenial lewat sistem Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia menjelaskan, kelebihan sistem permodalan tersebut terletak pada faktor pengali. Apabila mengurus dua hingga tiga bioflok, misalnya, bisa memberi keuntungan banyak.

“Coba tiga kali seratus ribu saja, bisa lumayan. Nah, itu kalau sukses. Permodalan sudah lancar diberikan oleh BJB. Kepada yang belum, nanti kita ubah pola kredit dari bank ke PT Agro Jabar, biar nanti mereka yang membina. Semua pasti kebagian,” paparnya.

Tak hanya itu, Kang Emil menerangkan, lewat sistem itu, para petani sayur dan ikan juga diuntungkan dengan pola pembelian awal oleh offtaker, khususnya Agro Jabar.

Baca juga: Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

“Kami tidak mau mendengar ada produk tidak terjual, makanya pembelian dikunci di awal. Pasar butuh jenis apa, baru kita tanam, kita ternak, dan kita tambak. Polanya bukan lagi beternak dulu baru cari pembeli,” jelas dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X