Curi Emas Rp 300 Juta Milik Majikan, ART Foya-foya di Tempat Karaoke dan Panti Pijat

Kompas.com - 21/04/2021, 16:03 WIB
Pelaku pencurian perhiasan emas senilai Rp 300 juta, Tantowi (kaus tahanan) saat ekspos kasus di Polresta Bandar Lampung. KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYAPelaku pencurian perhiasan emas senilai Rp 300 juta, Tantowi (kaus tahanan) saat ekspos kasus di Polresta Bandar Lampung.

LAMPUNG, KOMPAS.com – Alasan sakit hati lantaran saat meminjam uang dicaci majikan, seorang asisten rumah tangga (ART) nekat mencuri perhiasan emas majikannya senilai Rp 300 juta.

Pelaku mengaku meminjam uang untuk biaya pengobatan istrinya. Namun, setelah menjual perhiasan emas hasil curian, pelaku justru lupa diri dan malah berfoya-foya di panti pijat.

Alasan ini diungkapkan Tantowi (36), warga Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, saat diperiksa oleh Unit Reskrim Polresta Bandar Lampung.

Tantowi adalah buronan dari kasus pencurian perhiasan milik Yetti Herlisa, warga Bandar Lampung, pada malam Natal, 25 Desember 2020 lalu.

“Pelaku ditangkap setelah buron selama sekitar lima bulan. Pelariannya ke Serang, Pekanbaru, dan Jambi,” kata Kepala Unit (Kanit) Resmob Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Inspektur Dua (Ipda) Novaldo Supeno, Rabu (21/4/2021).

Kepada polisi, pelaku mengaku mencuri perhiasan emas sebanyak 31 buah, berupa kalung, gelang, cincin dan liontin.

“Total kerugian korban mencapai Rp 300 juta,” kata Novaldo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Seorang Residivis Babak Belur Diamuk Warga Saat Tepergok Mencuri Ponsel

Pencurian itu dilakukan saat korban pergi berlibur. Sebelum kejadian, pelaku diminta oleh korban untuk menjaga rumah.

“Uang hasil penjualan perhiasan emas dipakai untuk berfoya-foya oleh pelaku,” kata Novaldo.

Menurut pengakuan pelaku, pencurian itu dilakukan atas dasar sakit hati kepada korban. Karena pelaku yang mau meminjam uang sebesar Rp 3 juta justru diomeli oleh korban.

“Saya pinjam uang Rp 3 juta, tapi hanya dikasih Rp 300.000, buat berobat istri. Itu juga diomeli (oleh korban). Ya, saya kecewa, sudah kerja lama, giliran kena musibah nggak mau nolong,” kata Tantowi.

Tantowi yang sudah bekerja sejak tahun 2007 itu pun nekat mencuri perhiasan milik korban. Dia mengaku sudah mengetahui tempat korban menyimpan perhiasan itu.

Sebanyak 31 buah perhiasan yang dicurinya itu kemudian dijual seharga Rp 55 juta.

Baca juga: Soal Tudingan Polisi Siksa 3 Bocah Agar Mengaku Mencuri, Kapolres Buton: Kami Siap Diadukan ke Propam

Namun, setelah mendapat uang banyak hasil penjualan barang curian itu, Tantowi jadi lupa diri. Ia menghabiskannya untuk berfoya-foya saat melarikan diri ke beberapa provinsi.

“Semuanya saya habisin, buat karaoke sama pijat,” kata Tantowi.

Atas perbuatan tersebut, Tantowi dijerat pasal 363 KUHP tentang tindakan pidana pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Wali Kota Solo FX Rudy Positif Covid-19, Diduga Tertular di Jakarta

Mantan Wali Kota Solo FX Rudy Positif Covid-19, Diduga Tertular di Jakarta

Regional
Amerika dan Indonesia Bangun Pusat Pelatihan Maritim Senilai 3,5 Juta Dolar AS di Batam

Amerika dan Indonesia Bangun Pusat Pelatihan Maritim Senilai 3,5 Juta Dolar AS di Batam

Regional
Jumlah Pasien Covid-19 Meningkat Drastis, RS Lapangan Ijen Boulevard Malang Penuh

Jumlah Pasien Covid-19 Meningkat Drastis, RS Lapangan Ijen Boulevard Malang Penuh

Regional
Arkeolog Temukan Sumur Tua di Reruntuhan Benteng Kota Mas

Arkeolog Temukan Sumur Tua di Reruntuhan Benteng Kota Mas

Regional
Selama Bertugas di Wisma Atlet, Liza Putri Noviana Tak Pernah Pulang ke Cilacap

Selama Bertugas di Wisma Atlet, Liza Putri Noviana Tak Pernah Pulang ke Cilacap

Regional
Gubernur Papua Surati Presiden, Protes Mendagri Tunjuk Sekda untuk Gantikan Tugasnya

Gubernur Papua Surati Presiden, Protes Mendagri Tunjuk Sekda untuk Gantikan Tugasnya

Regional
Klaster Penularan Covid-19 Bermunculan di Wonogiri, Kini dari Kantor Dinas Pendidikan

Klaster Penularan Covid-19 Bermunculan di Wonogiri, Kini dari Kantor Dinas Pendidikan

Regional
Enam Bulan Terakhir 165 Kasus Ditemukan, Karimun Rawan DBD

Enam Bulan Terakhir 165 Kasus Ditemukan, Karimun Rawan DBD

Regional
Kronologi Gubernur Jatim Khofifah 2 Kali Terinfeksi Covid-19, Hanya Berjarak 5 Bulan

Kronologi Gubernur Jatim Khofifah 2 Kali Terinfeksi Covid-19, Hanya Berjarak 5 Bulan

Regional
RSUD Kota Pontianak Berduka, Satu Nakes Meninggal Terpapar Covid-19

RSUD Kota Pontianak Berduka, Satu Nakes Meninggal Terpapar Covid-19

Regional
689 Anak di Blitar Terpapar Covid-19, 3 di Antaranya Meninggal

689 Anak di Blitar Terpapar Covid-19, 3 di Antaranya Meninggal

Regional
Keselamatan Para Penghuni Panti Asuhan di Padang Terancam jika Tak Beri Setoran ke Preman

Keselamatan Para Penghuni Panti Asuhan di Padang Terancam jika Tak Beri Setoran ke Preman

Regional
Gara-gara Terlilit Utang, Oknum Polisi Bakar Istrinya hingga Tewas

Gara-gara Terlilit Utang, Oknum Polisi Bakar Istrinya hingga Tewas

Regional
Gubernur Jatim Khofifah Kembali Terpapar Covid-19, Begini Kondisinya

Gubernur Jatim Khofifah Kembali Terpapar Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Pria 21 Tahun Cabuli 19 Anak Laki-laki di Buton Selatan, Pelaku Gemar Nonton Film Porno

Pria 21 Tahun Cabuli 19 Anak Laki-laki di Buton Selatan, Pelaku Gemar Nonton Film Porno

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X