Hikmah Ramadhan: Statistik Ketakwaan Puasa

Kompas.com - 19/04/2021, 20:06 WIB
Ilustrasi puasa Ramadhan Pixabay/ChiplanayIlustrasi puasa Ramadhan

Tak sekadar ibadah tahunan, puasa Ramadhan memancarkan beragam kebaikan dan keberkahan. Dari sisi kesehatan, banyak ahli mengatakan bahwa menjalankan ibadah puasa mampu meningkatkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh.

Puasa berfungsi memperbaiki berbagai jaringan sel manusia yang rusak. Mengatur metabolisme tubuh. Membentuk sel-sel darah putih. Puasa pun disebut dapat mengeluarkan racun dalam tubuh, baik racun yang terdapat dalam zat adiktif pada pengawet dan pewarna makanan, maupun infeksi bakteri dan virus.

Jika tubuh diibaratkan mesin, puasa saatnya tune up. Semua onderdil dalam mesin diperiksa dan diperbaiki mana saja yang rusak. Kerena itu, kendati tidak makan dan minum dari subuh hingga terbenamnya matahari, orang berpuasa tetap sehat dan bugar. Puasa memperkuat imunitas tubuh manusia.

Dari sisi ekonomi, puasa membuat nadi dunia usaha berdetak kencang. Pedagang jajanan laris manis, katering banyak pesanan menu sahur dan berbuka, pedagang kagetan bermulculan, mulai dari ibu-ibu yang mendadak berjualan kolak hingga para mahasiswa yang ikut bergadang pakaian. Pasar modern dan pasar tradisional sesak dengan orang berbelanja. Industri makanan dan minuman pun ditaksir mengalami kenaikan produksi hingga 30% dibanding bulan-bulan lainnya.

Baca juga: Sabar Sumber Kebahagiaan

Memang harus diakui, denyut nadi ekonomi bulan puasa kali ini (dan tahun lalu) tidak sekencang puasa-puasa sebelumnya. Ramadhan berbarengan dengan mewabahnya Covid-19. Akibatnya, buka puasa bersama kurang nyaring terdengar, mal dan tempat belanja relatif sepi. Stasiun, terminal, dan bandara yang biasanya sesak dengan para pemudik jadi nyaris kosong melompong.

Statistik ketakwaan

Namun yang menarik, kendati aktivitas ekonomi menurun di tengah pendemi, justru aktivitas ibadah (spiritual) tetap stabil. Bahkan kalau boleh diukur secara statistik, saya sangat yakin trennya malah meningkat.

Perintah social distancing (jaga jarak sosial) tidak menyurutkan orang beribadah melainkan justru makin meningkatkan grafik ketakwaan seseorang. Penganjian tetap digelar di mana-mana, infak dan sedekah jalan terus. Begitu juga dengan khataman Al Quran. Pun shalat tarawih serta ibadah-ibadah sunnah lainnya di bulan Ramadhan.

Bedanya, pengajian lebih banyak dilakukan secara virtual, infak dan sedekah dilakukan secara online, khataman Al Qur’an dilakukan lewat grup-grup WhatsApp. Begitu pula ibadah shalat tarawih dan ibadah sunnah lainnya dilakukan di rumah. Kehadiran internet—di Indonesia pada awal 2021 pengguna internet mencapai 202,6 juta jiwa—juga disebut-sebut dapat mendukung ibadah selama bulan Ramadhan.

Asian Consumer Intelligence 2018, misalnya, pernah melakukan survei terkait aktivitas muslim modern di bulan Ramadhan. Hasilnya, ditemukan fakta bahwa teknologi dapat membantu umat muslim dalam menjalankan berbagai ritus ibadah dalam bulan puasa. Misalnya meningkatnya akses terhadap informasi kegamaan. Temuan survei menyebutkan, 61 persen orang Indonesia menggunakan aplikasi atau situs web untuk mengetahui waktu ibadah.

Selama Ramadhan, ada peningkatan 45 persen terhadap akses penelusuran terkait dengan agama. Termasuk orang mengakses Al Qur’an lewat internet juga meningkat. Begitu pula konten-konten ceramah keagamaan makin banyak dikunjungi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Nekat Mudik Lebaran, Bupati Magetan: Saya Suruh Segera Pensiun, daripada Saya Berhentikan

ASN Nekat Mudik Lebaran, Bupati Magetan: Saya Suruh Segera Pensiun, daripada Saya Berhentikan

Regional
Indahnya Toleransi, Pemuda Kristen di Ambon Ikut Amankan Shalat Id

Indahnya Toleransi, Pemuda Kristen di Ambon Ikut Amankan Shalat Id

Regional
Setelah Ledakan, Pemandangan Mengerikan Terpampang di Depan Mata, Wajah Warga Tak Bisa Dikenali

Setelah Ledakan, Pemandangan Mengerikan Terpampang di Depan Mata, Wajah Warga Tak Bisa Dikenali

Regional
Cerita Anggota Tim SAR Lebaran di Sungai demi Tugas Kemanusiaan

Cerita Anggota Tim SAR Lebaran di Sungai demi Tugas Kemanusiaan

Regional
Cerita Bupati Bogor Pergoki Sopir Bus Angkut Pemudik: Penumpangnya Diminta Ngaku Karyawan Mau Tugas

Cerita Bupati Bogor Pergoki Sopir Bus Angkut Pemudik: Penumpangnya Diminta Ngaku Karyawan Mau Tugas

Regional
Melihat Ketupat Barokah, Budaya Guyub Orang Sunda Saat Lebaran

Melihat Ketupat Barokah, Budaya Guyub Orang Sunda Saat Lebaran

Regional
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Talaud Sulut

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Talaud Sulut

Regional
Update Covid-19 di Riau Bertambah 523 Kasus

Update Covid-19 di Riau Bertambah 523 Kasus

Regional
Umat Islam Memadati Masjid Raya Medan, Jaga Jarak Sulit Dilakukan

Umat Islam Memadati Masjid Raya Medan, Jaga Jarak Sulit Dilakukan

Regional
Ledakan Petasan Berujung Tragis, Tiga Orang Tewas, Rumah Hancur hingga Tangan Bocah Nyaris Putus

Ledakan Petasan Berujung Tragis, Tiga Orang Tewas, Rumah Hancur hingga Tangan Bocah Nyaris Putus

Regional
Malam Takbiran di Kuburan, Tanpa Lelah Pikul Jenazah Pasien Covid-19

Malam Takbiran di Kuburan, Tanpa Lelah Pikul Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Kesaksian Ayah Korban Ledakan Petasan di Kebumen: Semua Tergeletak, Darah di Mana-mana...

Kesaksian Ayah Korban Ledakan Petasan di Kebumen: Semua Tergeletak, Darah di Mana-mana...

Regional
12.230 Pemudik Tiba di Kabupaten Brebes

12.230 Pemudik Tiba di Kabupaten Brebes

Regional
'Selama 33 Tahun Bertugas, Tak Pernah Ada Kapolda Bernama Endang Bachtiar'

"Selama 33 Tahun Bertugas, Tak Pernah Ada Kapolda Bernama Endang Bachtiar"

Regional
Pos Penyekatan Puncak Cianjur Dijebol Pemudik di Malam Takbiran

Pos Penyekatan Puncak Cianjur Dijebol Pemudik di Malam Takbiran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X