Detik-detik Penangkapan Pria yang Aniaya Perawat, Polisi: Saat Kami Tiba, Dia Sudah Tahu Kasusnya

Kompas.com - 17/04/2021, 12:55 WIB
Tersangka JT saat dihadirkan dalam gelar perkara terkait kasus penganiayaan seorang perawat di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang berinisial CRS,Sabtu (17/4/2021). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRATersangka JT saat dihadirkan dalam gelar perkara terkait kasus penganiayaan seorang perawat di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang berinisial CRS,Sabtu (17/4/2021).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Polisi akhirnya menangkap JT, pria yang diduga menganiaya seorang perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang berinisial CRS.

Polrestabes Palembang juga telah menetapkan JT sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Ivan Prawira menceritakan detik-detik penangkapan pria yang menganiaya perawat tersebut.

Awalnya, Polrestabes Palembang menerima laporan kasus dugaan kekerasan dari korban setelah video aksi pemukulan itu viral di media sosial.

Dari keterangan CRS, petugas melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan JT.

Setelah mendapatkan identitas JT yang merupakan orangtua salah satu pasien yang dirawat di RS Siloam Sriwiajaya itu, polisi langsung mendatangi rumah pelaku.

Baca juga: Usai Cabut Infus, Perawat yang Dianiaya Keluarga Pasien Sempat Bilang Jangan Digendong Bu, Nanti Berdarah

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi tiba di rumah pelaku di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jumat (16/4/2021) pukul 21.00 WIB.

"Ketika (kami tiba) di sana, tersangka sudah tahu kasusnya. Sehingga langsung kita bawa untuk dimintai keterangan. Pukul 24.00 WIB, tersangka tiba di Polrestabes Palembang, karena lokasi antara rumah pelaku dan kota memakan waktu sekitar dua jam," kata Irvan saat melakukan gelar perkara, Sabtu (17/4/2021).

Berdasarkan pemeriksaan, JT mengakui perbuatannya telah menganiaya CRS. Ia mengaku emosi karena melihat tangan anaknya berdarah usai jarum infus dicabut.

Pihak pengamanan rumah sakit sempat melerai saat JT mengamuk. Namun, ia tetap memukuli korban hingga babak belur.

"Pelaku juga bukan anggota Polri. Hanya saja sewaktu kejadian ada anggota polisi yang mencoba melerai. Dari kejadian ini diharapkan masyarakat bisa mengambil pelajaran untuk menahan diri, apalagi ini masih dalam bulan Ramadhan," imbuh Kapolres.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Remaja 17 Tahun Asal Jatim yang Palsukan Surat Rapid Test Antigen Tidak Ditahan, Ini Alasannya

Remaja 17 Tahun Asal Jatim yang Palsukan Surat Rapid Test Antigen Tidak Ditahan, Ini Alasannya

Regional
Seorang Remaja Diduga Diperkosa Sopir Taksi Online di Medan

Seorang Remaja Diduga Diperkosa Sopir Taksi Online di Medan

Regional
Selain PPKM Mikro, Ini 4 Langkah Pemkot Malang Tangani Peningkatan Kasus Covid-19

Selain PPKM Mikro, Ini 4 Langkah Pemkot Malang Tangani Peningkatan Kasus Covid-19

Regional
Gubernur Murad Lantik Bupati Perempuan Pertama di Maluku

Gubernur Murad Lantik Bupati Perempuan Pertama di Maluku

Regional
Kasus Covid-19 Naik, Sekolah Tatap Muka di Jateng Kemungkinan Ditunda

Kasus Covid-19 Naik, Sekolah Tatap Muka di Jateng Kemungkinan Ditunda

Regional
Imbas Kerumunan Wisatawan di Puncak Bogor, Puluhan Lapak PKL Dibongkar

Imbas Kerumunan Wisatawan di Puncak Bogor, Puluhan Lapak PKL Dibongkar

Regional
Warga Maluku Turun ke Jalan Rayakan Kemenangan Belanda, Abaikan Prokes hingga Dibubarkan Polisi

Warga Maluku Turun ke Jalan Rayakan Kemenangan Belanda, Abaikan Prokes hingga Dibubarkan Polisi

Regional
Kasus Covid-19 Meroket, Kadinkes Salatiga: Skip Berita di Medsos yang Bikin Panik

Kasus Covid-19 Meroket, Kadinkes Salatiga: Skip Berita di Medsos yang Bikin Panik

Regional
Varian Delta Masuk Jabar, Bupati Indramayu Minta Masyarakat Waspada

Varian Delta Masuk Jabar, Bupati Indramayu Minta Masyarakat Waspada

Regional
Remaja 17 Tahun Asal Jatim Ditangkap Petugas Bandara Syamsuddin Noor karena Palsukan Surat Rapid Test Antigen

Remaja 17 Tahun Asal Jatim Ditangkap Petugas Bandara Syamsuddin Noor karena Palsukan Surat Rapid Test Antigen

Regional
Masuk Zona Blank Spot, 16 Sekolah SMA/SMK di Sumbar Gelar PPDB Offline

Masuk Zona Blank Spot, 16 Sekolah SMA/SMK di Sumbar Gelar PPDB Offline

Regional
Divonis 3 Bulan Penjara, Ini Kata Bahar bin Smith kepada Hakim

Divonis 3 Bulan Penjara, Ini Kata Bahar bin Smith kepada Hakim

Regional
Rintis Usaha Sirsak Beku Bermodal Rp 150.000, Kini Sucipto Raup Omzet Rp 50 Juta Sebulan

Rintis Usaha Sirsak Beku Bermodal Rp 150.000, Kini Sucipto Raup Omzet Rp 50 Juta Sebulan

Regional
Ganjar Pastikan Stok Oksigen RS di Jateng Aman meski Kasus Covid-19 Meningkat

Ganjar Pastikan Stok Oksigen RS di Jateng Aman meski Kasus Covid-19 Meningkat

Regional
Begini Awal Mula Kebijakan Skrining dan Tes Antigen di Pos Penyekatan Suramadu

Begini Awal Mula Kebijakan Skrining dan Tes Antigen di Pos Penyekatan Suramadu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X