Pengakuan Perempuan Pembuang Bayi hingga Dimakan Anjing: Sebelum Dibuang, Saya Peluk dan Bawa Tidur...

Kompas.com - 16/04/2021, 14:29 WIB
Seorang perempuan muda pembuang bayi sendiri sedang diperiksa oleh petugas Satreskrim Polresta Tasikmalaya, Kamis (15/4/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASeorang perempuan muda pembuang bayi sendiri sedang diperiksa oleh petugas Satreskrim Polresta Tasikmalaya, Kamis (15/4/2021).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - RA (21), buruh perempuan muda asal Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku mayat bayi yang baru dilahirkannya sempat dibawa tidur dan dipeluk di kamar kosnya sebelum dibuang dan dimakan anjing di dekat rumah orangtuanya.

Dirinya mengaku bingung dan kaget karena bayi yang dilahirkannya sendiri hasil hubungan tanpa pernikahan dengan pacarnya itu tak bernapas tak lama usai dilahirkan.

"Saya kaget dan bingung karena bayi saya jadi tak ada napasnya. Saya pun sedih, memeluknya dan membawanya tidur di kamar kos saya semalam. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk membawa mayat bayi ke rumah orangtua dengan disembunyikan di kresek hitam berisi baju cucian," jelas RA, kepada wartawan di ruang pemeriksaan Satreskrim Polresta Tasikmalaya, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Bayi Dimakan Anjing, Hasil Hubungan Gelap, Pacar Tak Bertanggungjawab

3 tahun pacaran layaknya suami istri, ternyata dikhianati

RA mengaku sudah menjalin hubungan layaknya suami istri hampir selama 3 tahun bersama pacarnya DVD (23), seorang mahasiswa asal Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Dirinya mengenal pacarnya selama ini berawal dari pesan BlackBerry Massengger (BBM) dan menjalin hubungan pacaran bebas sembari menyewa kamar kos di dekat pabrik tempat kerjanya di Sambong, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

"Ternyata dia punya pacar lagi yang lain dan sama hamil duluan kayak saya. Kalau itu dinikahin, saya tidak," tambah dia.

Pelaku pun selama ini menyadari kesalahannya dan terpukul dengan kejadian yang dialaminya.

Kini pelaku mengaku hanya pasrah dan mendekam di sel tahanan Polresta Tasikmalaya bersama pacarnya selama ini.

"Saya pasrah saja. Saya jalani saja," ungkap dia.

Baca juga: Buruh Perempuan Muda Tega Buang Mayat Bayinya Sampai Dimakan Anjing

Bagian kaki bayi hilang digigit anjing

Sebelumnya, RA (21), seorang buruh perempuan muda asal Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, tega membuang bayi hasil hubungan tanpa pernikahan bersama pacarnya sampai dimakan anjing.

Dirinya selama ini tinggal di sebuah kosan dekat tempat kerjanya sebagai buruh sebuah pabrik di kawasan Sambong, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

"Iya, kita berhasil mengungkap kasus adanya mayat bayi yang digigit anjing sampai kedua bagian kakinya hilang di Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Kita sudah amankan pelaku yakni ibunya sekaligus tersangka kasus ini dengan pacarnya yang baru berusia 23 tahun," jelas Kepala Satreskrim Polresta Tasikmalaya, AKP Septiawan Adi Prihartono, kepada wartawan di kantornya, Kamis (15/4/2021).

 

Selama ini pelaku perempuan adalah gadis belia yang bekerja sebagai buruh pabrik dan pacarnya berinisial DVD (23) selama ini berstatus mahasiswa di salahsatu perguruan tinggi wilayah Kabupaten Ciamis.

Mereka mengaku telah berpacaran selama 3 tahun lebih dan pelaku perempuan hamil hasil pacaran pergaulan bebas.

"Sesuai keterangan pelaku, proses kelahirannya dilakukan sendiri di kamar mandi kosnya sepekan lalu. Korban kala itu kebingungan karena bayinya saat diperiksa sudah tak bernapas tak lama setelah dilahirkan," tambah Adi.

Setelah itu, lanjut Adi, pelaku membersihkan diri dan sempat menyimpan bayinya di kantong plastik ditutupi pakaian kotor untuk dicuci.

Pelaku pun kebingungan dan memanggil ayahnya minta dijemput pulang dari kamar kosnya di Kota Tasikmalaya ke rumahnya di Cineam, Kabupaten Tasikmalaya.

"Ayahnya tak mengetahui kalau anaknya baru saja melahirkan anak dan tak mengetahui juga kalau di kantong plastik berisi pakaian kotor ada sesosok bayi laki-laki. Sampai akhirnya ditemukan mayat bayi sedang dimakan oleh seekor anjing kedua kakinya oleh warga setempat di sebuah kebun," ungkap dia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Paham Berujung Bentrokan, 18 Orang di Sorong Tewas, Kepala Suku Dikumpulkan

Salah Paham Berujung Bentrokan, 18 Orang di Sorong Tewas, Kepala Suku Dikumpulkan

Regional
Kronologi Lengkap Pengepul Beras Dibunuh Istri dan Kekasih Gelapnya, Kode Mengetuk Jendela dan Rencana Menikah

Kronologi Lengkap Pengepul Beras Dibunuh Istri dan Kekasih Gelapnya, Kode Mengetuk Jendela dan Rencana Menikah

Regional
Polisi Duga Istri Terduga Bandar Judi Karang Cerita Perkosaan, Rekaman CCTV Jadi Bukti

Polisi Duga Istri Terduga Bandar Judi Karang Cerita Perkosaan, Rekaman CCTV Jadi Bukti

Regional
Eks Kapolres OKU Timur Diduga Terima Suap Saat Jabat Kasubdit Tipikor Polda Sumsel

Eks Kapolres OKU Timur Diduga Terima Suap Saat Jabat Kasubdit Tipikor Polda Sumsel

Regional
Imlek di Kota Solo, Tak Ada Festival Hanya Pasang Lampion

Imlek di Kota Solo, Tak Ada Festival Hanya Pasang Lampion

Regional
Gara-gara Ubah Nama Jalan, Bupati Kebumen Disomasi Warga

Gara-gara Ubah Nama Jalan, Bupati Kebumen Disomasi Warga

Regional
Bupati Aceh Tenggara Pecat Kepala Baitul Mal yang Diduga Perkosa Santri

Bupati Aceh Tenggara Pecat Kepala Baitul Mal yang Diduga Perkosa Santri

Regional
3 Bunga Nasional Indonesia serta Maknanya: Puspa Bangsa, Puspa Pesona, dan Puspa Langka

3 Bunga Nasional Indonesia serta Maknanya: Puspa Bangsa, Puspa Pesona, dan Puspa Langka

Regional
Bentrokan yang Tewaskan 18 Korban di Sorong Dipicu Kesalahpahaman

Bentrokan yang Tewaskan 18 Korban di Sorong Dipicu Kesalahpahaman

Regional
KPK Kembali Periksa 13 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Buru Selatan

KPK Kembali Periksa 13 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Buru Selatan

Regional
Eks Kapolres OKU Timur Sumsel AKBP Dalizon Ditahan Mabes Polri Terkait Suap Anak Alex Noerdin

Eks Kapolres OKU Timur Sumsel AKBP Dalizon Ditahan Mabes Polri Terkait Suap Anak Alex Noerdin

Regional
Ada 108 Kasus Probable Omicron di Banten, Kadinkes: Tersebar di Semua Wilayah

Ada 108 Kasus Probable Omicron di Banten, Kadinkes: Tersebar di Semua Wilayah

Regional
Kecelakaan Beruntun di Blora, Bayi Berusia 4 Bulan Tewas

Kecelakaan Beruntun di Blora, Bayi Berusia 4 Bulan Tewas

Regional
Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, Ini Pendapat Ahli

Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, Ini Pendapat Ahli

Regional
Sidang Perdana, Bupati Nonaktifkan Kolaka Timur Didakwa Melakukan Korupsi

Sidang Perdana, Bupati Nonaktifkan Kolaka Timur Didakwa Melakukan Korupsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.