Mengenal Demak Nagari Para Wali, Raden Fatah dan Syiar Islam Pertama di Pulau Jawa

Kompas.com - 14/04/2021, 05:05 WIB
Kompleks Masjid Agung Demak, Jawa Tengah, difoto dari udara, Senin (30/6/2014). Masjid Agung Demak dipercaya sebagai masjid tertua di Pulau Jawa, berdiri mulai 1477, dibangun oleh Raden Fatah bersama Wali Sembilan atau Wali Songo. KRISTIANTO PURNOMO-FIKRIA HIDAYATKompleks Masjid Agung Demak, Jawa Tengah, difoto dari udara, Senin (30/6/2014). Masjid Agung Demak dipercaya sebagai masjid tertua di Pulau Jawa, berdiri mulai 1477, dibangun oleh Raden Fatah bersama Wali Sembilan atau Wali Songo.
Editor Rachmawati

Setelah Majapahit hancur, Demak berdiri menjadi kerajaan Islam. Raja terakhir Majapahit, Brawijaya V menikah dengan Putri Champa yang berasal dari Kerajaan Champa di Vietnam.

Mereka memiliki anak yang kelak dikenal dengan nama Raden Patah.

Baca juga: Biografi Raden Patah, Raja Pertama Kerajaan Demak

Raden Patah lah yang membuka hutan di Glagahwangi atas saran dari Sunan Ampel. Adanya dukungan dari para Wali Songo membuat Kerajaan Demak menjadi kerajaan besar dalam waktu singkat.

Kerajaan Demak juga disegani oleh kerajaan-kerajaan lain di Nusantara.

Masjid Demak memiliki empat saka guru atau tiang penyangga dari kayu jati setinggi 16.30 meter. Empat saka guru itu dibangun oleh Sunan Bonang, Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Kalijaga.

Baca juga: Peninggalan Sejarah Kerajaan Demak

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saka guru Sunan Kalijaga dibuat dari tatal atau serpihan kayu yang dilingkari papan jati dua lapis setebal 8-11 sentimeter.

Empat saka guru dilengkapi dengan delapan tiang lain yang konon berasal dari Kerajaan Majapahit. Masjid Demak juga dihiasi dengan porselen-porslen cantik yang diyakini sebagai pemberian Putri Campa, ibunda Raden Patah,.

Sementara pintu masjid, konon adalah pintu kotak sangkar petir yang ditangkap Ki Agung Sela.

Baca juga: Perkembangan Politik Kerajaan Demak Masa Sultan Trenggono

Keberadaan Masjid Ahung Demak, diceritakan satrawan asal Blora, Pramoedya Anata Toer di buku Jalan Raya Pos, Jalan Daendels.

"Demak tak dapat diceraikan dari Masjid Agung Demak yang dimashurkan mempunyai empat tiang utamanya terbuat dari serpihan kayu, didindingi kayu, dan diikat dengan ikatan cincin-cincin besi, menembusi lantai-lantai masjid sampai ke atap. Serambinya yang luas dituguri oleh 8 buah tiang kayu berpahat, yang dimashurkan berasal dari Majapahit. Pada dinding-dindingnya dipaterikan porselin-porselin China," tulisnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Satu Saja Orang yang Tidak Senang dengan Polisi Adalah Jiwa Penjahat'

"Satu Saja Orang yang Tidak Senang dengan Polisi Adalah Jiwa Penjahat"

Regional
Detik-detik Ular Kobra Semburkan Bisa Saat Dihalau Pakai Kayu, 2 Warga Dilarikan ke RS

Detik-detik Ular Kobra Semburkan Bisa Saat Dihalau Pakai Kayu, 2 Warga Dilarikan ke RS

Regional
Mantan Gubernur Aceh Positif Covid-19

Mantan Gubernur Aceh Positif Covid-19

Regional
Ini Kata Operator Parkir Stasiun Bandung soal Tagihan Motor yang Teronggok 1,5 Tahun

Ini Kata Operator Parkir Stasiun Bandung soal Tagihan Motor yang Teronggok 1,5 Tahun

Regional
486 Anak di Jember Terpapar Covid-19, 2 di Antaranya Meninggal

486 Anak di Jember Terpapar Covid-19, 2 di Antaranya Meninggal

Regional
Warga Bakar Kapal Ikan dan Paksa Polisi Serahkan ABK, Ini Dugaan Penyebabnya

Warga Bakar Kapal Ikan dan Paksa Polisi Serahkan ABK, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Zona Oranye Covid-19, Gubernur Banten Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Dibuka Juli

Zona Oranye Covid-19, Gubernur Banten Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Dibuka Juli

Regional
Kecelakaan Beruntun Bundaran Untan Pontianak Tewaskan 1 Orang, Polisi Temukan Arak di Mobil

Kecelakaan Beruntun Bundaran Untan Pontianak Tewaskan 1 Orang, Polisi Temukan Arak di Mobil

Regional
Motor Ditinggal Pemiliknya 1,5 Tahun di Area Parkir Stasiun Bandung, Ini Kondisinya

Motor Ditinggal Pemiliknya 1,5 Tahun di Area Parkir Stasiun Bandung, Ini Kondisinya

Regional
Satgas Nemangkawi Tangkap Terduga Pemasok Senjata Api dan Amunisi ke KKB

Satgas Nemangkawi Tangkap Terduga Pemasok Senjata Api dan Amunisi ke KKB

Regional
Cerita Unik Kendaraan Tak Bertuan, 'Penghuni Abadi' Parkiran Stasiun

Cerita Unik Kendaraan Tak Bertuan, "Penghuni Abadi" Parkiran Stasiun

Regional
Tak Punya Gedung Kelas, 3 SMA di Yapen Menumpang Belajar di Gereja hingga Sekolah Lain

Tak Punya Gedung Kelas, 3 SMA di Yapen Menumpang Belajar di Gereja hingga Sekolah Lain

Regional
Kasus Covid-19 Naik, Pemkab Karawang Akan Sewa Hotel untuk Rumah Sakit Darurat

Kasus Covid-19 Naik, Pemkab Karawang Akan Sewa Hotel untuk Rumah Sakit Darurat

Regional
Kasus Covid-19 Naik, ASN Salatiga Diimbau Tak Terima Kunjungan Kerja Luar Daerah

Kasus Covid-19 Naik, ASN Salatiga Diimbau Tak Terima Kunjungan Kerja Luar Daerah

Regional
Pakai Keranjang Buah, 20 Ular Sanca Gagal Diselundupkan dalam Bus AKAP

Pakai Keranjang Buah, 20 Ular Sanca Gagal Diselundupkan dalam Bus AKAP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X