Pria di Pamekasan yang Muntah Darah Bukan karena Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Kepala Puskemas

Kompas.com - 13/04/2021, 20:39 WIB
Ilustrasi pasien virus corona mengenakan masker untuk cegah penularan dan penyebaran Covid-19. KOMPAS.COM/ShutterstockIlustrasi pasien virus corona mengenakan masker untuk cegah penularan dan penyebaran Covid-19.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Seorang tenaga honorer di Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan Mario Tri Atnarto muntah darah dan tak sadarkan diri pada Senin (12/4/2021).

Kerabat Mario, Tabri Syaifullah Munir mengatakan, saudaranya itu sering tidur sejak menerima vaksin Covid-19 dosis kedua pada Rabu (7/4/2021).

Mario, kata dia, tak melakukan aktivitas apa pun, termasuk tak masuk kantor.

Puncaknya, Mario tak sadarkan diri pada Senin (12/4/2021). Pria asal Dusun Tengah, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan itu langsung muntah darah pada pukul 15.00 WIB.

“Karena kondisinya drop dan muntah darah, langsung saya bawa ke Puskesmas Larangan Badung menggunakan mobil keluarga,” ujar Tabri saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/4/2021).

Tiba di puskesmas, kata dia, tenaga medis kesulitan menusukkan jarum suntik. Perawat menduga terjadi pembekuan darah terhadap pasien.

Baca juga: Tetap Ada Tradisi Megengan Menyambut Ramadhan di Posko Darurat Korban Gempa Malang

“Kata perawat Puskesmas ada pembekuan darah. Namun setelah dicoba beberapa kali, akhirnya jarum suntik bisa masuk,” imbuh Tabri.

Menurut Tabri, Mario tidak merasakan gejala apa pun saat vaksinasi dosis pertama. Pegawai honorer itu juga tak merasakan gejala apa pun selama 30 menit observasi setelah disuntik vaksin dosis kedua.

Namun setelah sampai di rumahnya, gejala kantuk berat mulai dirasakan Mario.

Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Pamekasan Sigit Priyono mengatakan, Dinas Kesehatan masih mendalami kejadian yang dialami Mario.

“Masih diselidiki oleh Dinkes Pamekasan. Yang jelas, jenis vaksin yang digunakan adalah Sinovac, bukan jenis lain,” terang Sigit saat dikonfirmasi, Selasa.

Menderita batuk sejak sebelum disuntik vaksin Covid-19

Sementara itu, Kepala Puskesmas Larangan Badung Siti Mudrihatun menjelaskan, pasien masuk ke puskesmas dalam keadaan batuk disertai darah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dicabuli Tetangga Saat Mandi, Gadis Tunawicara Berontak, Dipergoki Kakak dan Pelaku Ditahan Polisi

Dicabuli Tetangga Saat Mandi, Gadis Tunawicara Berontak, Dipergoki Kakak dan Pelaku Ditahan Polisi

Regional
Tukang Becak Mendadak Terjatuh dan Meninggal di Jalan Desa Klapasawit Purbalingga

Tukang Becak Mendadak Terjatuh dan Meninggal di Jalan Desa Klapasawit Purbalingga

Regional
Bupati Cianjur Ikut Cegat dan Periksa Truk di Pos Penyekatan, 'Kami Tak Ingin Warga Mudik, Pulangnya Bawa Virus..'

Bupati Cianjur Ikut Cegat dan Periksa Truk di Pos Penyekatan, "Kami Tak Ingin Warga Mudik, Pulangnya Bawa Virus.."

Regional
Pemudik Masuk Kulon Progo Capai 40 Orang Tiap Hari

Pemudik Masuk Kulon Progo Capai 40 Orang Tiap Hari

Regional
Terobos Pos Penyekatan di Cianjur, Mobil Senggol Polisi, Sopirnya Mengaku Kaget

Terobos Pos Penyekatan di Cianjur, Mobil Senggol Polisi, Sopirnya Mengaku Kaget

Regional
Bus Bawa Pemudik Nekat Terobos Pos Penyekatan di Jambi, Sempat Dikejar Petugas, Akhirnya Putar Balik

Bus Bawa Pemudik Nekat Terobos Pos Penyekatan di Jambi, Sempat Dikejar Petugas, Akhirnya Putar Balik

Regional
Cerita Ibu 84 Tahun Gugat Anak Angkat yang Berusia 62 Tahun gara-gara Tak Diperhatikan dan Campuri Urusan Warisan

Cerita Ibu 84 Tahun Gugat Anak Angkat yang Berusia 62 Tahun gara-gara Tak Diperhatikan dan Campuri Urusan Warisan

Regional
Cerita Pemudik Warga Tangerang Diputar Balik di Maja Banten, Awalnya Tak Percaya Ada Penyekatan

Cerita Pemudik Warga Tangerang Diputar Balik di Maja Banten, Awalnya Tak Percaya Ada Penyekatan

Regional
Positif Tes Antigen, Pemudik Nekat Ini Terpaksa Ber-Lebaran di Rusunawa Tegalsari

Positif Tes Antigen, Pemudik Nekat Ini Terpaksa Ber-Lebaran di Rusunawa Tegalsari

Regional
Setelah Doni Monardo Lewat, Tak Ada Penyekatan di Perbatasan Palembang-Jambi

Setelah Doni Monardo Lewat, Tak Ada Penyekatan di Perbatasan Palembang-Jambi

Regional
Bus Dilarang Beroperasi, Taksi Gelap Rute Pematangsiantar-Medan Marak Beraksi

Bus Dilarang Beroperasi, Taksi Gelap Rute Pematangsiantar-Medan Marak Beraksi

Regional
Batal Lamaran Gegara Terjaring Larangan Mudik, Pemuda Ini Putar Balik Bersama 13 Anggota Keluarganya

Batal Lamaran Gegara Terjaring Larangan Mudik, Pemuda Ini Putar Balik Bersama 13 Anggota Keluarganya

Regional
Selama Larangan Mudik, Truk Angkutan Berat Juga Tak Boleh Masuk ke Sumedang

Selama Larangan Mudik, Truk Angkutan Berat Juga Tak Boleh Masuk ke Sumedang

Regional
Evaluasi Hari Ke-1 Larangan Mudik di Jabar: Ada Protes Pekerja, Antrean Kendaraan Menumpuk, gara-gara Kurangnya Petugas Pos Penyekatan

Evaluasi Hari Ke-1 Larangan Mudik di Jabar: Ada Protes Pekerja, Antrean Kendaraan Menumpuk, gara-gara Kurangnya Petugas Pos Penyekatan

Regional
Fakta Terbaru Kasus Sate Beracun Bantul, Aiptu Tomy Diperiksa Secara Lisan, Bantah Menikah Siri dengan Nani

Fakta Terbaru Kasus Sate Beracun Bantul, Aiptu Tomy Diperiksa Secara Lisan, Bantah Menikah Siri dengan Nani

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X