Sempat Dinyatakan Hilang, Bocah 4 Tahun Ditemukan Selamat Setelah Diterjang Banjir Bandang

Kompas.com - 11/04/2021, 19:20 WIB
Seorang warga menyaksikan banjir bandang yang merusak permukiman di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc. ANTARA FOTO/HUMAS BNPBSeorang warga menyaksikan banjir bandang yang merusak permukiman di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Bocah balita bernama Selo sempat dinyatakan hilang saat longsor dan banjir bandang menerjang rumahnya di Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/4/2021) dini hari.

Saat mengetahui Selo hilang, pihak keluarga panik dan sempat putus asa melakukan pencarian.

Namun, upaya yang dilakukan keluarga itu membuahkan hasil.

Baca juga: Bocah 4 Tahun 5 Jam Terendam Lumpur di Adonara, Selamat Setelah Tersangkut di Pohon

Selo ditemukan selamat pada Senin (5/4/2021) sekitar pukul 07.30 Wita atau sekitar empat jam setelah dinyatakan hilang.

Ketika itu, pihak keluarga memanggil namanya saat melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Betapa terkejutnya pihak keluarga, setelah panggilannya itu dijawab oleh korban.

"Kami terus mencarinya. Saat opanya memanggil namanya Selo, dia langsung menjawab opa," tutur ayah Selo, Emanuel Rohidi seperti dilansir dari Pos-Kupang.

Saat itu, pihaknya langsung mencari sumber suara dan korban ditemukan tersangkut pohon dengan posisi badannya tertimbun lumpur.

Baca juga: Dianggap Musyrik dan Dibubarkan Ormas, Ini Sejarah Pertunjukan Kuda Kepang di Indonesia

Meski demikian, dirinya mengaku bersyukur setelah menemukan Selo dengan kondisi selamat.

Pihaknya juga berharap korban lainnya dapat ditemukan selamat seperti anaknya.

Hingga Jumat (9/4/2021), musibah tersebut diketahui menyebabkan 71 orang meninggal dunia, sedangkan lima lainnya belum ditemukan.

Presiden Jokowi saat meninjau lokasi bencana itu memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan pencarian dengan harapan korban yang hilang bisa segera ditemukan.

Editor : Pythag Kurniati



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anaknya Mengarang Cerita Mudik Jalan Kaki ke Bandung, Ibunda Dani Mengaku Malu: Saya Capek Ngurus Dia

Anaknya Mengarang Cerita Mudik Jalan Kaki ke Bandung, Ibunda Dani Mengaku Malu: Saya Capek Ngurus Dia

Regional
Pemudik yang 6 Tahun Tak Bertemu Anaknya Diizinkan Lewati Penyekatan dengan Syarat

Pemudik yang 6 Tahun Tak Bertemu Anaknya Diizinkan Lewati Penyekatan dengan Syarat

Regional
Ibu Bunuh Bayi hingga Jasad Dimakan Anjing, Malu Lahirkan Anak dari Hubungan Gelap

Ibu Bunuh Bayi hingga Jasad Dimakan Anjing, Malu Lahirkan Anak dari Hubungan Gelap

Regional
Terjadi Penumpukan, Pemudik Diloloskan Sementara di Perbatasan Bekasi-Karawang

Terjadi Penumpukan, Pemudik Diloloskan Sementara di Perbatasan Bekasi-Karawang

Regional
Tambang Emas Liar di Sumbar Longsor, 8 Penambang Tewas

Tambang Emas Liar di Sumbar Longsor, 8 Penambang Tewas

Regional
Mengarang Cerita agar Dapat Simpati, Ini Sosok Dani dan Masitoh yang Mengaku Mudik Jalan Kaki, Sudah Setahun Keliling Jawa

Mengarang Cerita agar Dapat Simpati, Ini Sosok Dani dan Masitoh yang Mengaku Mudik Jalan Kaki, Sudah Setahun Keliling Jawa

Regional
Antisipasi Pemudik Memaksa Masuk, Jalan ke Sumedang Bakal Ditutup pada H-1 Lebaran

Antisipasi Pemudik Memaksa Masuk, Jalan ke Sumedang Bakal Ditutup pada H-1 Lebaran

Regional
Kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang Melonjak, dari Klaster Keagamaan dan Pemudik

Kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang Melonjak, dari Klaster Keagamaan dan Pemudik

Regional
Gubernur Lampung Imbau Warga Jalankan Shalat Id di Rumah

Gubernur Lampung Imbau Warga Jalankan Shalat Id di Rumah

Regional
Edy Rahmayadi Pastikan 831 WNI yang Baru Tiba Akan Lebaran di Tempat Karantina

Edy Rahmayadi Pastikan 831 WNI yang Baru Tiba Akan Lebaran di Tempat Karantina

Regional
Kisah ART di Surabaya, Diduga Dipaksa Makan Kotoran Kucing, Disebut Gila hingga Anak Masih Tinggal dengan Majikan

Kisah ART di Surabaya, Diduga Dipaksa Makan Kotoran Kucing, Disebut Gila hingga Anak Masih Tinggal dengan Majikan

Regional
6 Tahun Tak Bertemu Anak, Pemudik: Saya Tak Mau Memutar Balik, Lebih Baik Dipenjara...

6 Tahun Tak Bertemu Anak, Pemudik: Saya Tak Mau Memutar Balik, Lebih Baik Dipenjara...

Regional
Keroyok Pemuda Pembagi Takjil hingga Tewas, 4 Orang Ditangkap

Keroyok Pemuda Pembagi Takjil hingga Tewas, 4 Orang Ditangkap

Regional
Tempat Wisata di Kabupaten Bogor Buka Hanya untuk Warga Lokal

Tempat Wisata di Kabupaten Bogor Buka Hanya untuk Warga Lokal

Regional
Pesan Ustaz Tengku Zulkarnain Sebelum Wafat: Di Mana Saya Meninggal, Di Situ Dimakamkan

Pesan Ustaz Tengku Zulkarnain Sebelum Wafat: Di Mana Saya Meninggal, Di Situ Dimakamkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X