Siklon Tropis Seroja, Masyarakat Bali Diminta Waspadai Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Kompas.com - 05/04/2021, 12:24 WIB
Siklon tropis Seroja pada 5 April 2021 pukul 01.00 WIB BMKGSiklon tropis Seroja pada 5 April 2021 pukul 01.00 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar meminta warga Provinsi Bali waspada terkait keberadaan siklon tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Siklon tropis Seroja berpotensi menimbulkan angin kencang, hujan lebat, hingga gelombang tinggi.

"Dengan adanya siklon tropis Seroja di wilayah NTT ini Bali walaupun jaraknya cukup jauh juga akan terkena dampak angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan lebat," kata Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar Iman Faturahman saat dihubungi, Senin (5/4/2021).

Menurutnya, hujan lebat dan angin kencang akibat siklon tropis Seroja ini bisa terjadi setiap saat.

Baca juga: Bibit Siklon Tropis 99S Terdeteksi Menguat di Laut Sawu, Ini Imbauan BMKG untuk Masyarakat NTT


Berdasarkan prediksi, cuaca buruk ini akan terjadi dalam empat hari ke depan. Meskipun, saat ini siklon tropis Seroja ini bergerak menjauh ke arah barat daya dari pusatnya di NTT.

"Akan berdampak empat hari ke depan, meski dia menjauhi dari Indonesia ke arah barat daya nanti kita akan terus memantau perkembangannya dan akan meng-update," kata dia.

Ia menjelaskan siklon tropis Seroja terbentuk di wilayah daratan NTT. Dampaknya cukup terasa karena biasanya siklon tropis terbentuk di wilayah perairan selatan.

"Biasanya siklon tropis itu ada di selatan, ada di laut dan pas kebetulan sekarang di darat atau di Kupang dan sekitarnya," kata dia.

 

Ia mengatakan, bibit siklon tropis ini terbentuk sekitar minggu kemarin. Bibit itu menguat dan telah menjadi siklon tropis dengan tekanan 980 milibar.

Dampak dari siklon tropis ini yakni wilayah sekitarnya terkumpul awan-awan hujan. Kemudin akan terbentuk angin yang memiliki pusaran berkecepatan tinggi.

Baca juga: Duduk Perkara Komandan Brimob Meninggal Usai Disuntik Vaksin, Positif Covid-19 dan 2 Kali Masuk RS

Dampak lain yang ditimbulkan adalah curah hujan sangat tinggi dan lebat disertai angin kencang. Kondisi itu berpotensi menimbulkan banjir.

"Maka banyak pohon yang tumbang kemudian atap rumah banyak yang kena dampak juga kerusakan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Video Nenek Berdaster Kendarai Motor Lawan Arah, Polisi: Sama Saja Bunuh Diri

Viral, Video Nenek Berdaster Kendarai Motor Lawan Arah, Polisi: Sama Saja Bunuh Diri

Regional
Buang Bayi yang Baru Dilahirkan, Pelajar SMK di Magelang Ditangkap Polisi

Buang Bayi yang Baru Dilahirkan, Pelajar SMK di Magelang Ditangkap Polisi

Regional
Saat Kahiyang Borong Sayur dan Bobby Pantau Harga Jelang Lebaran

Saat Kahiyang Borong Sayur dan Bobby Pantau Harga Jelang Lebaran

Regional
6,7 Kilogram Sabu Akan Diselundupkan ke Dalam Lapas Pakai Drone

6,7 Kilogram Sabu Akan Diselundupkan ke Dalam Lapas Pakai Drone

Regional
Dibakar Hidup-hidup oleh Kekasihnya, Perempuan Muda di Cianjur Meninggal Dunia

Dibakar Hidup-hidup oleh Kekasihnya, Perempuan Muda di Cianjur Meninggal Dunia

Regional
Rindu Buah Hati, Pemudik Bermotor Ini Tolak Diputar Balik: Sudah 6 Tahun Enggak Bisa Kumpul

Rindu Buah Hati, Pemudik Bermotor Ini Tolak Diputar Balik: Sudah 6 Tahun Enggak Bisa Kumpul

Regional
Setubuhi Anak di Bawah Umur, 6 Pria di Bali Ditangkap, Ancam Korban dan Iming-imingi Uang Rp 200.000

Setubuhi Anak di Bawah Umur, 6 Pria di Bali Ditangkap, Ancam Korban dan Iming-imingi Uang Rp 200.000

Regional
Tak Terbendung, 5.031 Pemudik Sudah Sampai di Kampung Halaman Purbalingga

Tak Terbendung, 5.031 Pemudik Sudah Sampai di Kampung Halaman Purbalingga

Regional
Ini Sanksi bagi Warga yang Nekat Melakukan Takbir Keliling di Surabaya

Ini Sanksi bagi Warga yang Nekat Melakukan Takbir Keliling di Surabaya

Regional
Virus Corona di Tanjungpinang Disebut Lebih Ganas, Diduga Jenis Baru

Virus Corona di Tanjungpinang Disebut Lebih Ganas, Diduga Jenis Baru

Regional
Bebas dari Penjara, Mantan Petinggi Sunda Empire Ingin Diangkat Jadi Duta Bangsa dan Selesaikan Konflik KKB

Bebas dari Penjara, Mantan Petinggi Sunda Empire Ingin Diangkat Jadi Duta Bangsa dan Selesaikan Konflik KKB

Regional
Satu ABK Asal Filipina yang Positif Covid-19 di Cilacap Meninggal Dunia

Satu ABK Asal Filipina yang Positif Covid-19 di Cilacap Meninggal Dunia

Regional
Pegawai Honorer Pemprov Jabar Tidak Dapat THR, Ini Penjelasan Sekda

Pegawai Honorer Pemprov Jabar Tidak Dapat THR, Ini Penjelasan Sekda

Regional
Mudik Dilarang, Pelaku Pariwisata: Pusing Banget

Mudik Dilarang, Pelaku Pariwisata: Pusing Banget

Regional
12 Pemudik Dikarantina di Solo Technopark, 2 di Antaranya Positif Covid-19

12 Pemudik Dikarantina di Solo Technopark, 2 di Antaranya Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X