Soal KLB Kubu Moeldoko, AHY: Kami Menjaga agar Presiden Tidak Difitnah...

Kompas.com - 04/04/2021, 21:50 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Umbul Sidomukti Kabupaten Semarang. KOMPAS.com/Dian Ade PermanaKetua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Umbul Sidomukti Kabupaten Semarang.

UNGARAN, KOMPAS.com - Kubu Kongres Luar Biasa (KLB) yang dipimpin Moeldoko didesak meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia atas kegaduhan yang dibuat selama dua bulan terakhir dalam prahara Partai Demokrat.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, tidak ingin nama Presiden Jokowi dijadikan tameng.

Baca juga: Komandan Brimob yang Meninggal 5 Hari Setelah Disuntik Vaksin Ternyata Positif Covid-19

"Jangan ada yang menuding pemimpin kita. Kami mengirim surat baik-baik ke Presiden itu menjaga agar beliau tidak difitnah, jangan sampai nama beliau dipakai kubu mereka," jelasnya di Umbul Sidomukti, Kabupaten Semarang, Minggu (4/4/2021).

AHY mengungkapkan, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, jangan sampai Presiden Jokowi terbawa untuk perbuatan yang tidak benar.

"Kami bersurat mohon klarifikasi. Kami berterus terang, karena diam-diam itu tidak baik, apalagi sampai salah ambil kesimpulan. Jadi kami tidak pernah menuding siapa pun," jelasnya.

Setelah Kemenkumham menolak KLB kubu Moeldoko pada 31 Maret 2021, AHY langsung mengirim pesan ke Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: AHY: Banyak Jenderal Dirikan Partai, Kubu Moeldoko Ingin Enaknya Aja

"Saya berterima kasih karena pemerintah bertindak adil dan sesuai konstitusi. Kami kritis tapi tidak lupa mengucapkan terima kasih," tegasnya.

Selain itu, dirinya juga menunggu waktu luang agar bertemu Presiden Jokowi untuk melaporkan perkembangan Partai Demokrat.

 

Menurut AHY, kubu Moeldoko telah berlaku jahat dalam politik Indonesia.

"Banyak yang diintimidasi, disakiti, ditipu, dan diimingi uang. Mungkin ada yang butuh sehingga integritasnya menjadi luntur. Kita harus lihat orang per orang, karena ada yang berperan sebagai penggerak utama, ikut-ikutan, dan korban. Kalau Pak Moeldoko aktor atau korban, silakan ditanyakan langsung," ungkapnya.

AHY menegaskan, pihaknya juga siap menghadapi gugatan dari kubu Moledoko.

Baca juga: Angin Kencang Terjang Kota Kupang, Plafon Kantor Gubernur NTT Roboh

"Tim hukum kita kokoh karena sedari awal sadar ini bukan hanya soal politik tapi juga hukum. Kami bukan jemawa tapi yakin karena mereka tidak memenuhi segala syarat untuk menggelar KLB," kata AHY.

"Soal menggugat AD/ART Partai Demokrat juga silakan, semua punya hak. Tapi ingat, AD/ART sudah clear disahkan Kemenkumham dan masuk lembar negara karena itu hasil kongres yang sah sehingga tidak ada yang bisa diungkit," papar AHY.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Salatiga Donasi Plasma Konvalesen, Darahnya Ditunggu 37 Pasien Covid-19

Wali Kota Salatiga Donasi Plasma Konvalesen, Darahnya Ditunggu 37 Pasien Covid-19

Regional
Fakta Mertua Tikam Menantunya di Pasar, Diduga Dendam, Diburu Polisi

Fakta Mertua Tikam Menantunya di Pasar, Diduga Dendam, Diburu Polisi

Regional
3 Tempat Isolasi Gratis untuk Pasien Covid-19 di Makassar, Fasilitas Lengkap dan Diawasi Nakes

3 Tempat Isolasi Gratis untuk Pasien Covid-19 di Makassar, Fasilitas Lengkap dan Diawasi Nakes

Regional
Tingkat Kematian dan BOR Tinggi, Status Kedaruratan PPKM Kabupaten Blitar Naik ke Level 4

Tingkat Kematian dan BOR Tinggi, Status Kedaruratan PPKM Kabupaten Blitar Naik ke Level 4

Regional
Cekoki Miras ke Adiknya yang Masih 2 Tahun, Pria Ini Diperiksa Polisi

Cekoki Miras ke Adiknya yang Masih 2 Tahun, Pria Ini Diperiksa Polisi

Regional
Ini 2 Langkah Sultan HB X Atasi Pandemi Covid-19 di Yogya...

Ini 2 Langkah Sultan HB X Atasi Pandemi Covid-19 di Yogya...

Regional
Sidak di Pasar Saat PPKM Level 4, Bupati Sumba Timur: Banyak yang Pakai Masker tapi Ditarik ke Dagu

Sidak di Pasar Saat PPKM Level 4, Bupati Sumba Timur: Banyak yang Pakai Masker tapi Ditarik ke Dagu

Regional
Soal Jenazah Diletakkan di Pinggir Jalan, Ambulans Bermasalah, Roda Kereta Pengusung Rusak

Soal Jenazah Diletakkan di Pinggir Jalan, Ambulans Bermasalah, Roda Kereta Pengusung Rusak

Regional
Banner Promonya Beli 1 Gratis 1 Kecuali Presiden Jadi Viral, Pemilik Kedai: Saya Minta Maaf

Banner Promonya Beli 1 Gratis 1 Kecuali Presiden Jadi Viral, Pemilik Kedai: Saya Minta Maaf

Regional
4 Warga NTT Positif Covid-19 Varian Inggris

4 Warga NTT Positif Covid-19 Varian Inggris

Regional
Apa yang Harus Dilakukan Warga Kediri jika Ada Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman?

Apa yang Harus Dilakukan Warga Kediri jika Ada Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman?

Regional
Setelah Puluhan Tahun, Tukang Becak Ini Akhirnya Dapat Bantuan Pemerintah, Ini Kata RT dan Lurah

Setelah Puluhan Tahun, Tukang Becak Ini Akhirnya Dapat Bantuan Pemerintah, Ini Kata RT dan Lurah

Regional
Datang ke Sikka, Kapolda NTT Ingatkan Anggota Humanis Selama PPKM Level 4

Datang ke Sikka, Kapolda NTT Ingatkan Anggota Humanis Selama PPKM Level 4

Regional
Bus Pariwisata di Banyumas Konvoi Keliling Kota, Kibarkan Bendera Putih

Bus Pariwisata di Banyumas Konvoi Keliling Kota, Kibarkan Bendera Putih

Regional
Keliling Bawa Nasi Bungkus, Prajurit TNI Sasar Warga Terdampak PPKM di Pekanbaru

Keliling Bawa Nasi Bungkus, Prajurit TNI Sasar Warga Terdampak PPKM di Pekanbaru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X