Densus 88 Geledah Sebuah Ponpes di Sleman, Petugas Sita Komputer hingga Anak Panah

Kompas.com - 02/04/2021, 23:43 WIB
Lokasi ponpes setelah disita oleh para pihak kepolisian Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoLokasi ponpes setelah disita oleh para pihak kepolisian

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteor Mabes Polri menggeledah pondok pesantren putri Ibnul Qayyim di Gandu, Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman.

Penggeledahan yang dimulai setelah shalat isya itu selesai sekitar pukul 21.30 WIB.

Usai menggeledah pondok pesantren itu, tim Densus 88 menyita sejumlah barang, seperti laptop, satu set komputer, buku, busur, dan anak panah. Barang-barang itu diduga milik direktur pondok pesantren berinisial AM.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di 3 Lokasi di Klaten, Salah Satu Terduga Dikenal Baik hingga Warga Kaget

Ketua RT setempat, Agus Purwanto, membenarkan sejumlah barang yang disita petugas dalam penggeledahan itu.

"Penggeledahan baru selesai pukul 21.30, yang dibawa laptop, CPU satu set, buku-buku yang banyak, dengan buku tabungan, terus anak panah dua dengan busurnya," kata Agus saat ditemui di lokasi, Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Pengojek yang Antar Gubernur Lukas Enembe ke Papua Nugini: Saya Dikasih Rp 100.000, Tarif Biasanya Rp 7.000

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Agus, barang-barang itu diambil dari ruang direktur pondok pesantren tersebut. Sebagian barang yang disita juga dibawa dari rumah pribadi direktur pondok pesantren.

"Ruang direktur ponpes dengan rumah pribadi. Barangnya ada di rumah pribadi. Kalau panah enggak tahu, kayaknya dari rumah tadi buat latihan pondok," ujar dia.

Tak hanya rumah pribadi dan ruang direktur, Densus 88 juga menggeledah seluruh ruangan kantor di pondok pesantren itu, kecuali asrama putri.

"Semua kantor diperiksa. Semua ruangan diperiksa kecuali ruang inap tidak. Asrama tidak. Ruang kantor tata usaha, ruang direktur," katanya.

Agus tak bisa memastikan jumlah petugas yang turun menggeledah pondok pesantren tersebut.

 

Namun, ia memastikan bahwa petugas mengaku berasal dari Mabes Polri di Jakarta. Saat ditanya apakah ada warga pondok pesantren yang ditahan, Agus mengaku tak tahu.

"Saya enggak tanya, pokoknya saya disuruh menjadi saksi penggeledahan," ujar dia.

Sementara itu, kakak Direktur Ponpes Ibnul Qayyim, M Najib Hisyam, mengaku tidak tahu apa-apa. Saat dirinya datang, sudah ada sejumlah petugas di pondok pesantren.

Baca juga: Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Surabaya dan Tuban

"Saya sendiri enggak tahu, jadi cuma ada kumpul-kumpul polisi. Ya ada yang masuk, ruang direktur pondok," katanya.

Saat dikonfirmasi tentang barang yang disita, ia mengaku tak tahu apa-apa karena tak diizinkan masuk.

"Tidak boleh mendekat, selain ke ruang direktur ke rumah adik saya. Rumah dinas itu," ujar dia.

Ia juga tidak mengetahui apakah ada yang ditangkap petugas.

"Adik saya tidak ditangkap, tapi kalau suaminya saya enggak tahu. Sore tadi masih ada, ashar masih ada. Karena beberapa hari kan sakit, isolasi mandiri," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duka Rismanto yang Istri, Anak, dan Cucunya Meninggal dalam Tabrakan Beruntun

Duka Rismanto yang Istri, Anak, dan Cucunya Meninggal dalam Tabrakan Beruntun

Regional
Viral, Video Seorang Perawat Berhazmat Dihajar Keluarga Pasien Covid-19

Viral, Video Seorang Perawat Berhazmat Dihajar Keluarga Pasien Covid-19

Regional
Bupati Jember Serahkan Pengelolaan Ambulans Desa ke Puskesmas, Ini Alasannya

Bupati Jember Serahkan Pengelolaan Ambulans Desa ke Puskesmas, Ini Alasannya

Regional
Rencana Sekolah Tatap Muka, Gubernur Banten: Kondisi Covid-19 Begini, 'Stop'

Rencana Sekolah Tatap Muka, Gubernur Banten: Kondisi Covid-19 Begini, "Stop"

Regional
Cerita Ibu Hamil yang Kabur Dinyatakan Positif Covid-19

Cerita Ibu Hamil yang Kabur Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Banjir Rob Terjang Pantai Cacalan, Warga Diminta Waspada Ombak Tinggi

Banjir Rob Terjang Pantai Cacalan, Warga Diminta Waspada Ombak Tinggi

Regional
Klaster Supermarket Megaria di Sangihe, Pegawai Terpapar Covid-19 Bertambah Jadi 40 Orang

Klaster Supermarket Megaria di Sangihe, Pegawai Terpapar Covid-19 Bertambah Jadi 40 Orang

Regional
Jumlah Anak Terinfeksi Covid-19 Meningkat, Ganjar Minta PTM Terbatas Ditunda

Jumlah Anak Terinfeksi Covid-19 Meningkat, Ganjar Minta PTM Terbatas Ditunda

Regional
Soal KBM Tatap Muka, Dinkes Lampung Sarankan Cek Status Covid-19 di Lokasi Sekolah

Soal KBM Tatap Muka, Dinkes Lampung Sarankan Cek Status Covid-19 di Lokasi Sekolah

Regional
3 Ambulans Jemput 15 Orang Sekeluarga di Tegal yang Terpapar Covid-19

3 Ambulans Jemput 15 Orang Sekeluarga di Tegal yang Terpapar Covid-19

Regional
Ular Nyaris Merambat ke Tangan Perempuan Ini Saat Kendarai Motor, Bermula Parkir Dekat Pohon

Ular Nyaris Merambat ke Tangan Perempuan Ini Saat Kendarai Motor, Bermula Parkir Dekat Pohon

Regional
Cerita Dusun Karanglo, Warganya Sepakat “Lockdown” agar Covid-19 Tidak Meluas

Cerita Dusun Karanglo, Warganya Sepakat “Lockdown” agar Covid-19 Tidak Meluas

Regional
Larang Hajatan, Bupati Lamongan: yang Bawa Virus adalah Tamu dari Luar

Larang Hajatan, Bupati Lamongan: yang Bawa Virus adalah Tamu dari Luar

Regional
5.757 RT di Jateng Zona Merah Covid-19, Ganjar: Langsung Lockdown Saja

5.757 RT di Jateng Zona Merah Covid-19, Ganjar: Langsung Lockdown Saja

Regional
Juli 2021, Bupati Sleman Berencana Buka Sekolah Tatap Muka Terbatas

Juli 2021, Bupati Sleman Berencana Buka Sekolah Tatap Muka Terbatas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X