Fakta Gubernur Papua Dideportasi dari Papua Nugini, Gegara Lewat Jalur Tikus dan Tak Punya Izin Tinggal

Kompas.com - 02/04/2021, 21:47 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe (pakai topi) tengah berada di PLBN Skouw usai dideportasi dari PNG, Jayapura, Papua, Jumat (2/4/2021) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIGubernur Papua Lukas Enembe (pakai topi) tengah berada di PLBN Skouw usai dideportasi dari PNG, Jayapura, Papua, Jumat (2/4/2021)
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Gubernur Papua Lukas Enembe bersama kerabatnya dideportasi dari Papua Nugini, Jumat (2/4/2021).

Hal itu karena yang bersangkutan tidak memiliki izin tinggal dan masuk ke negara tetangga tersebut melalui jalur ilegal atau jalan tikus.

Saat dimintai keterangan oleh awak media, Lukas tidak menyebut alasannya melakukan tindakan tersebut.

Hanya saja, ia mengakui jika kedatangannya ke Papua untuk pergi berobat.

"Saya pergi untuk terapi saraf kaki, kalau saraf otak kita sudah terapi di Jakarta. Sama-sama konsul saya di sana, sejak hari pertama," ujar Lukas.

Baca juga: Imigrasi: Gubernur Papua Lukas Enembe Dideportasi Papua Nugini, Disebut Illegal Stay

Menggunakan ojek

Lukas pergi ke Papua Nugini bersama kerabatnya berinisial HA dan seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya pada Rabu (31/3/2021) siang.

Saat melewati jalur tikus itu ia menggunakan jasa ojek.

Seorang pengemudi ojek, Hendrik (bukan nama sebenarnya) mengakui hal itu.

"Ada tiga orang, sebelum antar, sempat ketiganya jalan kaki yang kemudian saya antar padahal sudah mau dekat dengan tujuan mereka masuk ke PNG," kata Hendrik di Jayapura, Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Pengojek yang Antar Gubernur Lukas Enembe ke Papua Nugini: Saya Dikasih Rp 100.000, Tarif Biasanya Rp 7.000

Setelah mengantarkan ketiganya, ia dan rekannya lalu diberi upah sebesar Rp 100.000.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bus Dilarang Beroperasi, Taksi Gelap Rute Pematangsiantar-Medan Marak Beraksi

Bus Dilarang Beroperasi, Taksi Gelap Rute Pematangsiantar-Medan Marak Beraksi

Regional
Batal Lamaran Gegara Terjaring Larangan Mudik, Pemuda Ini Putar Balik Bersama 13 Anggota Keluarganya

Batal Lamaran Gegara Terjaring Larangan Mudik, Pemuda Ini Putar Balik Bersama 13 Anggota Keluarganya

Regional
Selama Larangan Mudik, Truk Angkutan Berat Juga Tak Boleh Masuk ke Sumedang

Selama Larangan Mudik, Truk Angkutan Berat Juga Tak Boleh Masuk ke Sumedang

Regional
Evaluasi Hari ke-1 Larangan Mudik di Jabar: Ada Protes Pekerja, Antrean Kendaraan Menumpuk, gara-gara Kurangnya Petugas Pos Penyekatan

Evaluasi Hari ke-1 Larangan Mudik di Jabar: Ada Protes Pekerja, Antrean Kendaraan Menumpuk, gara-gara Kurangnya Petugas Pos Penyekatan

Regional
Fakta Terbaru Kasus Sate Beracun Bantul, Aiptu Tomy Diperiksa Secara Lisan, Bantah Menikah Siri dengan Nani

Fakta Terbaru Kasus Sate Beracun Bantul, Aiptu Tomy Diperiksa Secara Lisan, Bantah Menikah Siri dengan Nani

Regional
Shalat Id Diminta di Rumah Saja, tapi Mal dan Pasar Buka dan Ramai? Wagub Riau: Jangan Iri dengan yang Salah

Shalat Id Diminta di Rumah Saja, tapi Mal dan Pasar Buka dan Ramai? Wagub Riau: Jangan Iri dengan yang Salah

Regional
Gadis Tunawicara Asal Nganjuk Dicabuli Tetangganya Saat Mandi

Gadis Tunawicara Asal Nganjuk Dicabuli Tetangganya Saat Mandi

Regional
Nekat Angkut Pemudik ke Semarang, 3 Travel Gelap 'Dikandangkan'

Nekat Angkut Pemudik ke Semarang, 3 Travel Gelap "Dikandangkan"

Regional
Kisah Pemudik Pulang Pakai Travel ke Tasik: Ongkos 4 Kali Lipat, Bonus Surat Negatif Antigen, Dijamin Lolos Pos Penyekatan

Kisah Pemudik Pulang Pakai Travel ke Tasik: Ongkos 4 Kali Lipat, Bonus Surat Negatif Antigen, Dijamin Lolos Pos Penyekatan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Virus Corona Baru Ada di Tangsel dan Tangerang | Foto Pengirim Sate Sianida Tersebar

[POPULER NUSANTARA] Virus Corona Baru Ada di Tangsel dan Tangerang | Foto Pengirim Sate Sianida Tersebar

Regional
Hari Pertama Larangan Mudik, 54 Kendaraan Diputar Balik di Tol Kalikangkung Semarang

Hari Pertama Larangan Mudik, 54 Kendaraan Diputar Balik di Tol Kalikangkung Semarang

Regional
Jual Surat Hasil Tes Antigen Palsu, Pegawai Klinik Ditangkap, Ini Kronologinya

Jual Surat Hasil Tes Antigen Palsu, Pegawai Klinik Ditangkap, Ini Kronologinya

Regional
Menparekraf Akan Gelontorkan Dana Hibah Rp 3,7 Triliun untuk Pelaku Wisata Terdampak Pandemi

Menparekraf Akan Gelontorkan Dana Hibah Rp 3,7 Triliun untuk Pelaku Wisata Terdampak Pandemi

Regional
Akal-akalan Pemudik di Cianjur, Naik Angkot biar Tak Kena Sekat

Akal-akalan Pemudik di Cianjur, Naik Angkot biar Tak Kena Sekat

Regional
Kisah Para Buruh Gendong di Solo, Perempuan Perkasa Tulang Punggung Keluarga

Kisah Para Buruh Gendong di Solo, Perempuan Perkasa Tulang Punggung Keluarga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X