Soal Larangan Mudik, Epidemiolog Unsoed Usulkan Transportasi Publik Berhenti Beroperasi

Kompas.com - 29/03/2021, 08:18 WIB
Ilustrasi bus yang sedang menempuh perjalanan (Dok. Shutterstock) Ilustrasi bus yang sedang menempuh perjalanan

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Pemerintah diminta konsisten dan tegas dalam menerapkan aturan larangan mudik Lebaran tahun ini untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Usul konkrit saya, apabila benar serius melarang mudik tahun ini, maka aturan ditegakkan secara konsisten," kata Ahli Epidemiologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, dr Yudhi Wibowo melalui keterangan tertulis, Senin (29/3/2021).

Yudhi mengusulkan, masa berlaku surat bebas Covid-19, baik dari hasil tes cepat atau PCR diperpendek.

Baca juga: Mudik Lebaran Dilarang, Kemenhub Bahas Aturan Operasional Bus se-Jabodetabek

Kemudian dilakukan penyekatan di perbatasan tiap kabupaten dan kota.

"Apabila benar-benar serius, lebih ekstremnya semua transportasi publik off selama tanggal 6-17 Mei 2021. Terutama transportasi orang, meskipun tahun lalu ada kasus memaksa mudik dengan ikut truk, mobil boks dan mobil angkutan barang lainnya," ujar Yudhi.

Lebih lanjut Yudhi mengatakan, mengapresiasi langkah pemerintah yang kembali melarang mudik tahun ini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun berkaca tahun lalu, aturan larangan mudik kurang efektif. Pasalnya meski telah dilarang, terjadi lonjakan mobilitas penduduk.

Baca juga: Zulkifli Hasan: Tidak Mudik Memang Berat, Tapi Kita Dukung Pemerintah

"Larangan bepergian atau mudik saat libur hari raya keagamaan sudah diterapkan sejak adanya pandemi, tapi apa yang terjadi di lapangan. Tetap saja terjadi lonjakan mobilitas penduduk dan tampaknya hal ini dibiarkan oleh pemerintah," kata Yudhi.

Alhasil, setelah libur panjang kasus dan kematian akibat Covid-19 mengalami kenaikan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tempat Tidur Isolasi di RSUD Rembang Penuh, Ini Langkah Satgas Covid-19

Tempat Tidur Isolasi di RSUD Rembang Penuh, Ini Langkah Satgas Covid-19

Regional
Situs Web PPDB Banten Eror, Calon Siswa Daftar Manual

Situs Web PPDB Banten Eror, Calon Siswa Daftar Manual

Regional
Rumah Polisi Ambruk ke Jurang, Briptu Rifki dan Kerabat Ada di Dalam Saat Kejadian

Rumah Polisi Ambruk ke Jurang, Briptu Rifki dan Kerabat Ada di Dalam Saat Kejadian

Regional
Solo Mulai Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas, Tiap Kelurahan Dijatah 1.000 Dosis

Solo Mulai Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas, Tiap Kelurahan Dijatah 1.000 Dosis

Regional
Pawang Luka Parah Digigit Ular Saat Pameran Reptil di Mal

Pawang Luka Parah Digigit Ular Saat Pameran Reptil di Mal

Regional
Masih Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Malang, Masyarakat Diminta Hindari Zona Merah

Masih Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Malang, Masyarakat Diminta Hindari Zona Merah

Regional
Satu Kampung di Purwakarta 'Lockdown', Hasil Tes Dikirim Pakai Amplop

Satu Kampung di Purwakarta "Lockdown", Hasil Tes Dikirim Pakai Amplop

Regional
Ditinggal Nahkoda, Kapal Malaysia Berisi ABK Terapung di Karimun

Ditinggal Nahkoda, Kapal Malaysia Berisi ABK Terapung di Karimun

Regional
Soal Wacana PSBB atau Lockdown Regional, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Soal Wacana PSBB atau Lockdown Regional, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Regional
18 Pekerja Positif Covid-19, Proyek Renovasi Stadion I Wayan Dipta Dihentikan Sementara

18 Pekerja Positif Covid-19, Proyek Renovasi Stadion I Wayan Dipta Dihentikan Sementara

Regional
Ada Miras di Mobilnya, Sopir Penyebab Kecelakaan Maut Bundaran Digulis Pontianak Jadi Tersangka

Ada Miras di Mobilnya, Sopir Penyebab Kecelakaan Maut Bundaran Digulis Pontianak Jadi Tersangka

Regional
Aiptu Suardana Tertabrak Truk Saat Amankan Distribusi Vaksin Covid-19, Alami Pendaharan Otak

Aiptu Suardana Tertabrak Truk Saat Amankan Distribusi Vaksin Covid-19, Alami Pendaharan Otak

Regional
Jadi Viral, Ini Pernyataan Lengkap Pemuda Tantang Pegang Mayat Pasien Covid-19

Jadi Viral, Ini Pernyataan Lengkap Pemuda Tantang Pegang Mayat Pasien Covid-19

Regional
106 ASN di Salatiga Positif Covid-19, Kantor Pemerintah Belum Ditutup

106 ASN di Salatiga Positif Covid-19, Kantor Pemerintah Belum Ditutup

Regional
Sekdaprov Kepri Pastikan Pembayaran Insentif Nakes Tak Lagi Terlambat

Sekdaprov Kepri Pastikan Pembayaran Insentif Nakes Tak Lagi Terlambat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X