Gara-gara Mendengar Suara Sendok Saat Anaknya Makan, Seorang Ayah Tega Mencekiknya hingga Nyaris Tewas

Kompas.com - 26/03/2021, 15:05 WIB
An illustration of domestic violence. SHUTTERSTOCKAn illustration of domestic violence.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - SA (48), warga Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, diamankan polisi karena menganiaya anaknya sendiri.

Korban yang diketahui berinisial OL (15) tersebut dicekik hingga nyaris tewas oleh pelaku hanya karena masalah sepele.

Kasus penganiayaan itu ternyata sudah berulang kali dilakukan pelaku hingga menyebabkan korban trauma.

Baca juga: Cekik Anaknya hingga Hampir Tewas, Pria Ini Ditangkap Polisi

Gara-gara mendengar suara sendok makan

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Pasarwajo Bripka Zabar Sam mengatakan, kasus penganiayaan itu berawal saat korban hendak makan.

Korban saat itu menuju dapur dan menyendok makanan dari dalam panci hingga menimbulkan suara.

Mendengar suara sendok tersebut pelaku risih lalu mencekik korban dari arah belakang tanpa ampun.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ketika korban hendak mengambil makanan, tanpa sepengetahuan korban datang tiba-tiba ayahnya dari belakang dan langsung mencekik lehernya dengan tangan kirinya, sehingga korban kesakitan,” ujar Zabar.

Baca juga: Video Viral Ibu dan Anak Diusir Sekuriti Hotel Saat Bermain di Pantai, Ini Fakta Lengkapnya

Mendengar teriakan korban, sang ibu lalu datang dan berusaha melerainya.

Naasnya, sang ibu justru mendapat pukulan dari pelaku. Saat kejadian itu beruntung mereka berhasil kabur ke luar rumah.

Akibat cekikan pelaku, leher anaknya diketahui tidak hanya mengalami memar tapi juga mengalami luka robek hingga mengeluarkan darah.

Lapor polisi

Setelah berhasil kabur tersebut kedua korban lalu melaporkannya ke polisi. Aksi keji ayahya tersebut ternyata sudah berulang kali dilakukan.

“Menurut pengakuan korban, perbuatan sang ayah sudah sering dilakukan sehingga ada trauma yang dirasakan oleh anak,” katanya.

“Anak ini trauma, kalau ada bapaknya di rumah tidak berani masuk ke dalam rumah dan lebih memilih tinggal di rumah neneknya,” tambahnya.

Baca juga: Detik-detik Baku Tembak Polisi dengan Perampok di Tasikmalaya, 1 Pelaku Ditangkap

Setelah mendapat laporan itu pelaku kemudian ditangkap polisi dan digelandang ke Mapolsek Pasarwajo untuk dimintai keterangan.

Atas perbuatan yang dilakukan itu, SA dijerat Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama delapan tahun penjara.

Penulis : Kontributor Baubau, Defriatno Neke | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Temuan Covid-19 Varian India, Pemkab Kudus Berlakukan Gerakan 7 Hari di Rumah Saja

Ada Temuan Covid-19 Varian India, Pemkab Kudus Berlakukan Gerakan 7 Hari di Rumah Saja

Regional
Ada Covid-19 Varian India, Pemkab Kudus Bakal Buat Tempat Isolasi Terpusat

Ada Covid-19 Varian India, Pemkab Kudus Bakal Buat Tempat Isolasi Terpusat

Regional
Kasus Covid-19 Mengalami Lonjakan di Sejumlah Daerah, Masyarakat Diminta Disiplin Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Mengalami Lonjakan di Sejumlah Daerah, Masyarakat Diminta Disiplin Protokol Kesehatan

Regional
Ganjar: Ingat, Varian Baru Sudah Masuk di Kudus, Catat Itu…

Ganjar: Ingat, Varian Baru Sudah Masuk di Kudus, Catat Itu…

Regional
Cerita Andika Ikuti Wisuda Drive Thru dengan Vespa Hasil Modifikasi

Cerita Andika Ikuti Wisuda Drive Thru dengan Vespa Hasil Modifikasi

Regional
28 Warga Kudus Terinfeksi Covid-19 Varian India

28 Warga Kudus Terinfeksi Covid-19 Varian India

Regional
Ahli Sejarah UGM: Suku Kalang Jawa Diduga Satu Ras dengan Dani dan Asmat di Papua

Ahli Sejarah UGM: Suku Kalang Jawa Diduga Satu Ras dengan Dani dan Asmat di Papua

Regional
Mayat Dibakar di Maros Diperkirakan Pria Berusia 16 hingga 25 Tahun

Mayat Dibakar di Maros Diperkirakan Pria Berusia 16 hingga 25 Tahun

Regional
86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

Regional
Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Regional
Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Regional
Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Regional
Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Regional
Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X