Kronologi 16 Orang Ritual Mandi Bugil Bersama, Ikut Ajaran Hakekok karena Dijanjikan Kaya

Kompas.com - 13/03/2021, 06:55 WIB
Ketua MUI Pandeglang Hamdi Ma'ani di Kejari Pandeglang, Jumat (12/3/2021) KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINKetua MUI Pandeglang Hamdi Ma'ani di Kejari Pandeglang, Jumat (12/3/2021)

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Kelompok yang mengikuti ajaran Hakekok muncul di pedalaman Kabupaten Pandeglang, Banten.

Mereka terdiri dari orang-orang di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, yang awalnya dijanjikan kekayaan jika menjadi pengikut.

Kelompok tersebut diamankan Polres Pandeglang saat tengah melakukan ritual mandi telanjang bersama, Kamis (11/3/2021).

Ada 16 orang yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa serta 3 anak-anak.

Baca juga: Ajaran Hakekok Ada Ritual Mandi Telanjang Bersama, MUI Banten: Ajarannya dari Dulu Sudah Ada, tapi...

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang, Hamdi Ma'ani, mengatakan, kelompok pengikut ajaran Hakekok sudah terdeteksi sejak bertahun-tahun lalu dan pernah dibina oleh MUI setempat.

"Sudah bertahun-tahun, pemimpin ajaran Hakekok ngakunya punya komitmen sama Imam Mahdi, siapa yang jadi pengikut dijanjikan akan kaya raya," kata Hamdi kepada wartawan di Pandeglang, Jumat (12/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Termasuk pemimpinnya yang bernama Arya, kata Hamdi, jumlah pengikut ajaran Hakekok ada 16 orang. Mereka sudah bertahun-tahun menjadi pengikut dan berharap kaya raya.

Baca juga: Fakta Baru Ajaran Hakekok, 16 Orang Gelar Ritual Mandi Telanjang karena Bosan Pengin Kaya

Namun harapan untuk kaya tidak pernah terwujud, hingga akhirnya, kata Hamdi, mereka bosan menunggu dan memutuskan untuk menyucikan diri dengan mandi telanjang bersama.

"Akhirnya setelah melakukan rajaban kemarin, mereka memutuskan untuk menyucikan diri, bebersih dan bubar," kata Hamdi.

Saat tengah melakukan ritual mandi di tengah perkebunan kelapa sawit, polisi kemudian mengamankan mereka dan membawanya ke Polres Pandeglang untuk dilakukan pemeriksaan.

Hamdi sendiri sudah menemui 16 orang tersebut, termasuk pimpinan Hakekok, Arya.

Kepada Hamdi, Arya mengakui salah dan ingin tobat serta siap dibina.

Rencananya, 16 Orang tersebut akan dibawa ke rumah singgah sembari dilakukan pembinaan.

Baca juga: Muncul Ajaran Hakekok dengan Ritual Mandi Telanjang Bersama, Ini Kata Bupati dan MUI Pandeglang



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Viktor: NTT Punya Sumber Energi Baru Terbarukan yang Sangat Melimpah

Gubernur Viktor: NTT Punya Sumber Energi Baru Terbarukan yang Sangat Melimpah

Regional
Mahasiswa di Nganjuk Dikeroyok di Jalan, 3 Pelaku Masih Berstatus Pelajar

Mahasiswa di Nganjuk Dikeroyok di Jalan, 3 Pelaku Masih Berstatus Pelajar

Regional
Satpol PP Banjarnegara Temukan 2 Rumah Warga Disewakan Jadi Tempat Prostitusi, Tarifnya Rp 20.000

Satpol PP Banjarnegara Temukan 2 Rumah Warga Disewakan Jadi Tempat Prostitusi, Tarifnya Rp 20.000

Regional
Saat Nelayan hingga Warga Pesisir di Kuta Mandalika Divaksin

Saat Nelayan hingga Warga Pesisir di Kuta Mandalika Divaksin

Regional
Perbaiki Jebakan Tikus, Petani di Ngawi Tewas Tersengat Aliran Listrik

Perbaiki Jebakan Tikus, Petani di Ngawi Tewas Tersengat Aliran Listrik

Regional
Bupati Tapanuli Utara Menanggapi Teguran Jokowi soal APBD

Bupati Tapanuli Utara Menanggapi Teguran Jokowi soal APBD

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 September 2021

Regional
Bupati Cianjur Sebut Ganjil Genap Bukan Solusi Utama Kemacetan di Puncak

Bupati Cianjur Sebut Ganjil Genap Bukan Solusi Utama Kemacetan di Puncak

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 September 2021

Regional
Jumlah Kasus Covid-19 di Riau Menurun, Ini Pesan Gubernur

Jumlah Kasus Covid-19 di Riau Menurun, Ini Pesan Gubernur

Regional
Soal Rombongan Wali Kota Malang Gowes ke Pantai Kondang Merak, Ini Penjelasan Sekda

Soal Rombongan Wali Kota Malang Gowes ke Pantai Kondang Merak, Ini Penjelasan Sekda

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 September 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 September 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 20 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 20 September 2021

Regional
Ustaz Abu Syahid Chaniago Ceritakan Detik-detik Diserang OTK di Batam: Pelaku Berlari dan Meninju Saya

Ustaz Abu Syahid Chaniago Ceritakan Detik-detik Diserang OTK di Batam: Pelaku Berlari dan Meninju Saya

Regional
Ini Alasan Jaksa Cabut Banding atas Vonis Eks Dirut Garuda

Ini Alasan Jaksa Cabut Banding atas Vonis Eks Dirut Garuda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.