Abaikan Saran Ganjar, Wali Kota Tegal Tetap Tak Mau Cabut Laporan, Polisi Segera Panggil Saksi

Kompas.com - 03/03/2021, 12:22 WIB
Wali Kota Tegal Dedy Yon dan wakilnya Muhamad Jumadi duduk bersebelahan saat menghadiri sebuah acara di Balai Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa (2/3/2021) KOMPAS.com/Tresno SetiadiWali Kota Tegal Dedy Yon dan wakilnya Muhamad Jumadi duduk bersebelahan saat menghadiri sebuah acara di Balai Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa (2/3/2021)

KOMPAS.com- Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono tetap kukuh melanjutkan proses hukum setelah melaporkan wakilnya Muhamad Jumadi ke polisi.

Padahal sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan saran ketika konflik dua pemimpin di Kota Tegal itu mencuat ke hadapan publik.

Ganjar ketika itu meminta, persoalan tersebut tidak perlu dibawa ke ranah hukum dan cukup diselesaikan dengan duduk bersama.

"Saya minta hentikan. Jangan lapor-lapor lah, menurut saya wong itu Wali Kota dan Wakil ya. Enggak tahu yang benar yang mana, tapi mereka dulu majunya bareng-bareng dan sudah terpilih, akan lebih baik kalau keduanya duduk. Duduk, rembukan, bicara apa yang sebenarnya terjadi," kata Ganjar di kantornya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Duduk Perkara Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Bermula Penggerebekan hingga Ganjar Berikan Wejangan

Alasan tak cabut laporan

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari meninjau Rusunawa Tegalsari yang dijadikan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19, Senin (23/11/2020).KOMPAS.com/Tresno Setiadi Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari meninjau Rusunawa Tegalsari yang dijadikan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19, Senin (23/11/2020).
Setelah lama tak bertemu diduga karena berseteru, dua pemimpin Kota Tegal itu akhirnya tampil bersama-sama layaknya orang yang telah berdamai.

Mereka bahkan duduk bersebelahan dalam sebuah acara TMMD sambil sesekali mengobrol, , Selasa (2/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kesempatan itu, Dedy menegaskan dirinya masih enggan mencabut laporannya ke polisi.

"Tidak ada yang perlu dimaafkan, kan tidak mengaku dan tidak bisa membuktikan. Misal 'pak saya salah pak, buktinya saya ngaku', kan beda lagi. Masalah saya memaafkan atau tidak kan setelah itu," kata Dedy, Selasa (2/3/2021).

Dia mengaku ingin menguak fakta terkait dugaan pencemaran nama baiknya.

"Iya (proses hukum tetap berjalan). Untuk menguak fakta," kata Dedy Yon.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengemukakan, polisi akan segera memanggil pelapor dan saksi-saksi.

"Nantinya saksi-saksi dimintai keterangan, keterangan dari pelapor itu nanti akan banyak didengarkan, " ujarnya.

Laporan itu kini masih didalami oleh pihak Reserse Kriminal. "Masih pendalaman dari reskrim, nanti akan kita lihat perkembangannya seperti apa," tutur Iskandar.

Baca juga: Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

40 Orang Terpapar Covid-19, Satu Desa di Lembata NTT Di-lockdown

40 Orang Terpapar Covid-19, Satu Desa di Lembata NTT Di-lockdown

Regional
75 Dokter di Surabaya Terkonfirmasi Positif Covid-19

75 Dokter di Surabaya Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
BPN Kota Tasikmalaya Ingin Kasus Pelecehan Selesai secara Kekeluargaan

BPN Kota Tasikmalaya Ingin Kasus Pelecehan Selesai secara Kekeluargaan

Regional
BOR 93,91 Persen, Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RSUD Wonogiri Tersisa 3

BOR 93,91 Persen, Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RSUD Wonogiri Tersisa 3

Regional
Panti Asuhan Dipalak Preman, Pengelola Tak Mau Melaporkan dan Malah Tawarkan Bantuan

Panti Asuhan Dipalak Preman, Pengelola Tak Mau Melaporkan dan Malah Tawarkan Bantuan

Regional
Mantan Wali Kota Solo FX Rudy Positif Covid-19, Diduga Tertular di Jakarta

Mantan Wali Kota Solo FX Rudy Positif Covid-19, Diduga Tertular di Jakarta

Regional
Amerika dan Indonesia Bangun Pusat Pelatihan Maritim Senilai 3,5 Juta Dolar AS di Batam

Amerika dan Indonesia Bangun Pusat Pelatihan Maritim Senilai 3,5 Juta Dolar AS di Batam

Regional
Jumlah Pasien Covid-19 Meningkat Drastis, RS Lapangan Ijen Boulevard Malang Penuh

Jumlah Pasien Covid-19 Meningkat Drastis, RS Lapangan Ijen Boulevard Malang Penuh

Regional
Arkeolog Temukan Sumur Tua di Reruntuhan Benteng Kota Mas

Arkeolog Temukan Sumur Tua di Reruntuhan Benteng Kota Mas

Regional
Selama Bertugas di Wisma Atlet, Liza Putri Noviana Tak Pernah Pulang ke Cilacap

Selama Bertugas di Wisma Atlet, Liza Putri Noviana Tak Pernah Pulang ke Cilacap

Regional
Gubernur Papua Surati Presiden, Protes Mendagri Tunjuk Sekda untuk Gantikan Tugasnya

Gubernur Papua Surati Presiden, Protes Mendagri Tunjuk Sekda untuk Gantikan Tugasnya

Regional
Klaster Penularan Covid-19 Bermunculan di Wonogiri, Kini dari Kantor Dinas Pendidikan

Klaster Penularan Covid-19 Bermunculan di Wonogiri, Kini dari Kantor Dinas Pendidikan

Regional
Enam Bulan Terakhir 165 Kasus Ditemukan, Karimun Rawan DBD

Enam Bulan Terakhir 165 Kasus Ditemukan, Karimun Rawan DBD

Regional
Kronologi Gubernur Jatim Khofifah 2 Kali Terinfeksi Covid-19, Hanya Berjarak 5 Bulan

Kronologi Gubernur Jatim Khofifah 2 Kali Terinfeksi Covid-19, Hanya Berjarak 5 Bulan

Regional
RSUD Kota Pontianak Berduka, Satu Nakes Meninggal Terpapar Covid-19

RSUD Kota Pontianak Berduka, Satu Nakes Meninggal Terpapar Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X