Pengakuan Anak Punk yang Keroyok dan Gunduli Teman Perempuan: Dia Curi HP Milik Saya

Kompas.com - 03/03/2021, 11:45 WIB
Lima pelaku penganiayaan terhadap TS warga Banyumas saat di Mapolres Pemalang Jawa Tengah Dok Humas Polres Pemalang Jawa TengahLima pelaku penganiayaan terhadap TS warga Banyumas saat di Mapolres Pemalang Jawa Tengah

KOMPAS.com - N (18), satu dari lima anak punk yang diduga menganiaya teman perempuannya berinisial TS (17) warga Banyumas, hingga tak sadarkan diri mengatakan, aksi itu dilakukan karena korban mencuri ponsel miliknya.

"Dia mencuri HP milik saya, akhirnya kita aniaya," kata N di Polres Pemalang, Rabu (3/3/2021).

Karena dicurigai mencuri ponsel miliknya, korban pun kemudian dicekoki oleh dirinya dan keempat temannya berinsial F (18), Y (16), S (16), E (15), dengan minuman keras.

Baca juga: Mahasiswa Baru UHO Ditendang dan Dipukul Saat Kegiatan LDK, Polisi Minta Orangtua Melapor

Setelah dirinya dan korban mabuk, TS pun kemudian dianiaya hingga tak sadarkan diri.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka lebam disekujur badan dan muka. Tak hanya itu, mereka juga mengunduli rambut korban dengan menggunakan gunting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah itu kita bawa ke rumah sakit," ungkapnya.

Baca juga: Lima Anak Punk Aniaya dan Gunduli Teman Perempuan, Korban Tak Sadarkan Diri

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klaster Penularan Covid-19 Bermunculan di Wonogiri, Kini dari Kantor Dinas Pendidikan

Klaster Penularan Covid-19 Bermunculan di Wonogiri, Kini dari Kantor Dinas Pendidikan

Regional
Enam Bulan Terakhir 165 Kasus Ditemukan, Karimun Rawan DBD

Enam Bulan Terakhir 165 Kasus Ditemukan, Karimun Rawan DBD

Regional
Kronologi Gubernur Jatim Khofifah 2 Kali Terinfeksi Covid-19, Hanya Berjarak 5 Bulan

Kronologi Gubernur Jatim Khofifah 2 Kali Terinfeksi Covid-19, Hanya Berjarak 5 Bulan

Regional
RSUD Kota Pontianak Berduka, Satu Nakes Meninggal Terpapar Covid-19

RSUD Kota Pontianak Berduka, Satu Nakes Meninggal Terpapar Covid-19

Regional
689 Anak di Blitar Terpapar Covid-19, 3 di Antaranya Meninggal

689 Anak di Blitar Terpapar Covid-19, 3 di Antaranya Meninggal

Regional
Keselamatan Para Penghuni Panti Asuhan di Padang Terancam jika Tak Beri Setoran ke Preman

Keselamatan Para Penghuni Panti Asuhan di Padang Terancam jika Tak Beri Setoran ke Preman

Regional
Gara-gara Terlilit Utang, Oknum Polisi Bakar Istrinya hingga Tewas

Gara-gara Terlilit Utang, Oknum Polisi Bakar Istrinya hingga Tewas

Regional
Gubernur Jatim Khofifah Kembali Terpapar Covid-19, Begini Kondisinya

Gubernur Jatim Khofifah Kembali Terpapar Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Pria 21 Tahun Cabuli 19 Anak Laki-laki di Buton Selatan, Pelaku Gemar Nonton Film Porno

Pria 21 Tahun Cabuli 19 Anak Laki-laki di Buton Selatan, Pelaku Gemar Nonton Film Porno

Regional
6 Pegawai Dinkes Bondowoso Positif Covid-19, Kantor Dilockdown

6 Pegawai Dinkes Bondowoso Positif Covid-19, Kantor Dilockdown

Regional
Kisah Pilu 3 Anak Nakes di Banyuwangi, Sang Ibu Meninggal karena Covid-19, Ayah Juga Telah Tiada

Kisah Pilu 3 Anak Nakes di Banyuwangi, Sang Ibu Meninggal karena Covid-19, Ayah Juga Telah Tiada

Regional
Polresta Banyumas Gelar Vaksinasi Massal, Ini Lokasi dan Cara Pendaftarannya

Polresta Banyumas Gelar Vaksinasi Massal, Ini Lokasi dan Cara Pendaftarannya

Regional
OTG Covid-19 di Banyuwangi Diisolasi Terpusat Mulai Hari Ini, Ini Alasannya

OTG Covid-19 di Banyuwangi Diisolasi Terpusat Mulai Hari Ini, Ini Alasannya

Regional
Kerap Prank Call Center 110, 10 Pelajar Ditangkap

Kerap Prank Call Center 110, 10 Pelajar Ditangkap

Regional
Dalam 25 Hari, NTT Diguncang 89 Kali Gempa Bumi

Dalam 25 Hari, NTT Diguncang 89 Kali Gempa Bumi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X