Ribut Saat Belanja Rambutan, Pria Ini Tembak Lawannya 2 Kali, tapi Malah Tewas Tertusuk

Kompas.com - 23/02/2021, 08:25 WIB
Tersangka HY (29) saat dihadirkan dalam ekspos kasus di Mapolres Tanggamus, Senin (22/2/2021). (FOTO: Dok. Humas Polres Tanggamus) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYATersangka HY (29) saat dihadirkan dalam ekspos kasus di Mapolres Tanggamus, Senin (22/2/2021). (FOTO: Dok. Humas Polres Tanggamus)

LAMPUNG, KOMPAS.com – Satu orang tewas dalam perkelahian saat membeli rambutan di Tanggamus.

Korban sempat melawan dengan melepas tembakan kepada pelaku yang menusuk pahanya menggunakan pisau.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus, Iptu Ramon Zamora mengatakan, peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Pekon Tanjung Heran, Kecamatan Pugung, Tanggamus pada Sabtu (20/2/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

Pelaku berinisial HY (29) warga Pekon Gunung Doh, Kecamatan Bandar Negeri Semuong ditangkap dalam tempo enam jam dari waktu kejadian.

Sedangkan korban bernama Julyadi (33) warga Pekon Sri Melati, Kecamatan Wonosobo.

“Korban meninggal akibat kehilangan darah setelah ditusuk oleh pelaku di bagian pangkal pahanya,” kata Ramon dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Kecelakaan Maut Avanza Vs Bus di Pabatu Tebing Tinggi, 9 Korban Tewas Rombongan Remaja Masjid

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kronologi

Kronologi kejadian itu bermula saat korban melintas di Jalan Raya Kota Agung mengendarai Avanza BE 1569 VT. Ketika itu, pelaku yang mengendarai Avanza BE 1971 VY mendahului mobil korban.

“Korban lalu mengikuti kendaraan pelaku hingga di Jalan Raya Pekon Tanjung Heran,” kata Ramon.

Di jalan itu, pelaku berhenti di tepi jalan untuk membeli buah rambutan. Korban pun mengikuti pelaku, berhenti dan menghampiri pelaku.

Baca juga: Tabrakan Maut Avanza dengan Bus Intra di Jalinsum Tebing Tinggi, 9 Tewas

Korban menembak 2 kali

Di lapak penjual rambutan ini, antara pelaku dan korban sempat ribut mulut yang berujung ke perkelahian.

Ramon mengatakan, sempat terjadi pergumulan antara pelaku dengan korban.

“Pelaku menusuk pangkal paha korban menggunakan pisau. Namun sebelum tersungkur akibat ditusuk, korban juga sempat menembak sebanyak 2 kali, tetapi tidak mengenai pelaku,” kata Ramon.

Baca juga: Penculik Anak di Lampung Ditangkap, Hendak Bawa Korban ke Palembang

 

Pelaku kabur

“Usai melakukan penusukan tersebut, dengan mengemudikan kendaraanya, pelaku kemudian kabur ke arah Pringsewu,” kata Ramon.

Berdasarkan keterangan tersangka dan hasil pemeriksaan di ponsel korban, kata Ramon, diketahui sebelum perkelahian antara tersangka dan korban terjadi perselisihan melalui SMS.

“Jadi setelah perselisihan tersebut, korban merasa sakit hati karena tersangka menyinggung orangtuanya,” kata Ramon.

Ramon mengatakan, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP, subsider Pasal 351 Ayat e KUHP.

“Ancaman maksimal 15 tahun penjara,” kata Ramon.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X