Jaringan Telekomunikasi di Intan Jaya Terganggu 2 Hari Terakhir, Ini Alasannya...

Kompas.com - 17/02/2021, 23:21 WIB
Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni bersama Kapolres Intan Jaya I Wayan G Antara menyerahkan bantuan bahan pokok ke pengungsian warga di Komplek Pastoean Gereja Katolik Santo Mikael, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua, Kamis (12/2/2021) Dok Humas Polda PapuaBupati Intan Jaya Natalis Tabuni bersama Kapolres Intan Jaya I Wayan G Antara menyerahkan bantuan bahan pokok ke pengungsian warga di Komplek Pastoean Gereja Katolik Santo Mikael, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua, Kamis (12/2/2021)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Jaringan telekomunikasi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, dalam dua hari terakhir mengalami gangguan.

Daerah yang saat ini situasi keamanannya berstatus siaga satu tersebut mengalami gejolak sosial karena konflik bersenjata antara aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Baca juga: Usai Perkosa Anaknya hingga Hamil, Pria Ini Paksa Korban Berhubungan dengan ODGJ untuk Hilangkan Jejak

Manager Network Service Telkomsel Jayapura, Heri Suryanto mengklaim, jaringan telekomunikasi di Sugapa tidak terputus. Tetapi, mengalammi penurunan kualitas.

"Sehubungan dengan terjadinya penurunan kualitas layanan Telkomsel di wilayah Sugapa Kabupaten Intan Jaya, dapat kami sampaikan bahwa hal tersebut dikarenakan saat ini sedang dalam progress optimalisasi penambahan kapasitas baterai pendukung operasional BTS," kata Heri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/2/2021).

Menurutnya, Telkomsel memiliki satu BTS di Intan Jaya. BTS itu sebelumnya hanya mendukung kapasitas sinyal 2G.

Saat ini, pihaknya sedang meningkatkan kualitas sinyal menjadi 4G. Tetapi, butuh daya kelistrikan lebih besar untuk mengoperasionalkan hal itu.

Sementara satu-satunya BTS yang ada di Sugapa energinya menggunakan solar cell yang bergantung pada intensitas panas matahari.

"Saat ini Telkomsel sedang mempercepat optimalisasi tersebut agar dapat memberikan layanan yang lebih maksimal dan dapat dinikmati pelanggan di wilayah sekitar," kata Heri.

Selain itu, ia mengakui karena peningkatan kualitas jaringan tersebut, waktu operasional BTS pun berkurang karena jaringan 4G membutuhkan daya lebih besar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Intan Jaya Bheny G Lekatompessy mengaku kesulitan berkomunikasi dengan bawahannya.

Bheny saat ini sedang berada di Nabire. Ia kesulitan berkomunikasi dengan bawahannya sejak Selasa (16/2/2021).

Baca juga: Dapat Uang Rp 18 M Usai Jual Tanah ke Pertamina, Nurul Beli Innova dan HRV, lalu Bangun TPA

"Ia dari kemarin saya tidak bisa telepon staf, saya telepon tidak masuk," kata dia.

Menurut dia, hal ini harus segera diatasi karena jaringan komunikasi di Intan Jaya selama ini sudah sulit. Akibat gangguan itu tak ada komunikasi sama sekali di Distrik Sugapa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Seorang Pria Ditodong Pistol Mainan Usai Antar Pacar, Ponsel dan Uang Raib, Pelaku Ditangkap

Kronologi Seorang Pria Ditodong Pistol Mainan Usai Antar Pacar, Ponsel dan Uang Raib, Pelaku Ditangkap

Regional
Mumpung Harga Cabai Rawit Rp 90.000 Per Kg, Petani Beramai-ramai Memanen meski Belum Matang

Mumpung Harga Cabai Rawit Rp 90.000 Per Kg, Petani Beramai-ramai Memanen meski Belum Matang

Regional
5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

Regional
Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

Regional
Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Regional
Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Regional
Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Regional
Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

Regional
Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Regional
Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Regional
Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Regional
Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X