Fakta Penemuan Mayat Gadis di Garut, Pelaku Pembunuhan Ternyata Pacarnya Sendiri

Kompas.com - 08/02/2021, 08:57 WIB
Ilustrasi tewas SHUTTERSTOCKIlustrasi tewas
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Nasib naas dialami seorang gadis berinisial WN (21), warga Desa Sindangratu, Kecamatan Sucinaraja, Garut, Jawa Barat.

Pasalnya, ia ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di bantaran Sungai Cimalaka yang ada di Kampung Muncang, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja.

Saat pertama kali ditemukan warga pada Jumat (5/2/2021) sekitar pukul 08.00 WIB, kondisi mayatnya sudah mengenaskan dan mengeluarkan bau busuk.

Dari penyelidikan polisi, tewasnya korban dipastikan akibat pembunuhan. Adapun pelakunya saat ini sudah diamankan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Baca juga: Heboh Temuan Mayat Wanita Tertancap Bambu, Korban Dipastikan Dibunuh, Pelakunya Pacar Sendiri

Tertancap bambu

Kepala Sub Bagian Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat mengatakan, saat pertama kali ditemukan oleh warga itu kondisi mayat korban sangat mengenaskan.

Sebab, selain sudah membusuk juga ditemukan sebilah bambu sepanjang 60 sentimeter menancap di bagian tubuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika melihat kondisi korban, tewasnya korban diperkirakan sudah berhari-hari.

"Diperkirakan sudah 3 hari berada di lokasi ditemukan," kata Muslih saat dihubungi, Jumat.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) korban.

Baca juga: Gadis yang Tewas Tertusuk Bambu Sudah 3 Hari Menghilang

Korban 3 hari menghilang

Yana Suryana, aparat Desa Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja mengatakan, sebelum ditemukan tewas tersebut korban diketahui sudah tiga hari menghilang.

Pihak keluarga saat itu kebingungan karena korban tak ada kabar.

"Keluarga sudah mencari korban sejak hari Selasa karena keluar rumah dan tidak ada kabar," katanya kepada wartawan, Jumat.

Dikatakan Yana, korban selama ini hidup sendiri di rumahnya. Sebab, ayahnya telah meninggal dan ibunya bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja wanita (TKW).

Namun demikian, banyak keluarga lainnya yang tinggal di dekat rumah korban.

Baca juga: Korban Dikenal Pendiam, Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Kematian Wanita Tertancap Bambu

Pelaku pembunuhan pacarnya sendiri

Setelah melakukan pendalaman penyelidikan, polisi akhirnya menemukan titik terang terhadap kasus penemuan mayat gadis tersebut.

Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono mengatakan, berdasarkan hasil visum dan penyelidikan yang dilakukan, tewasnya korban dipastikan akibat pembunuhan.

Adapun pelakunya adalah pacarnya sendiri. Saat ini pelaku sudah diamankan untuk dilakukan proses lebih lanjut.

"Iya, pelaku sudah diamankan," jelas Benny singkat lewat aplikasi pesan.

Sementara saat disinggung terkait kronologi dan motif pembunuhan itu, pihaknya belum berkenan untuk menjelaskan secara detail karena pelaku masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh petugas.

Baca juga: Detik-detik Sang Pawang Tewas Diterkam 2 Harimau yang Lepas dari Kandang

Penulis : Kontributor Garut, Ari Maulana Karang | Editor : Aprillia Ika, Abba Gabrillin, Farid Assifa



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X