Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/02/2021, 13:48 WIB
Setyo Puji

Editor

KOMPAS.com - Kejadian memilukan terjadi di kebun binatang Sinka Zoo, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, pada Jumat (5/2/2021) sore.

Pasalnya, sang pawang bernama Fery Darmawan (47) tewas diterkam dua harimau yang lepas dari kandang.

Juru Bicara Sinka Zoo Elka mengatakan, peristiwa naas itu bermula saat hujan deras mengguyur daerah tersebut sejak beberapa hari terakhir.

Akibatnya, longsor terjadi di kawasan kebun binatang. Tepatnya di sekitar area kandang harimau.

"Tanah di dekat kandang harimau longsor akibat hujan deras dalam beberapa hari terakhir," ucap Elka.

Baca juga: Seorang Pria Tewas Diserang 2 Harimau yang Lepas dari Sinka Zoo Singkawang

Saat terjadi longsor di area kandang itu, dua ekor harimau diketahui berusaha melarikan diri.

Mengetahui hal itu, sang pawang berusaha mencegahnya. Tapi naasnya, justru diserang hingga tewas.

"Pawang sudah berusaha untuk mencegah kedua harimau itu keluar, tapi malah diserang hingga tewas," terangnya.

Usai menyerang korban hingga tewas, harimau tersebut kemudian kabur.

Petugas lalu mengevakuasi jenazah korban dan saat ini sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Baca juga: Satu Ekor Harimau Sinka Zoo Singkawang yang Lepas Ditembak Mati

Satu harimau ditembak mati

Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo mengatakan, setelah mendapat laporan itu, sejumlah personel langsung diterjunkan untuk melakukan penangkapan.

Pada Sabtu (6/2/2021), petugas yang berusaha melakukan penyisiran di sekitar lokasi berhasil menemukan satu harimau yang lepas tersebut.

Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk dilakukan penangkapan secara hidup-hidup, polisi akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menembak mati.

"Pagi ini dengan sangat terpaksa kami melakukan penindakan terhadap salah satu hewan Sinka Zoo yang lepas. Satu ekor harimau dinyatakan tewas," kata Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo kepada wartawan dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Baca juga: Detik-detik Seorang Ibu Diterkam Buaya di Hadapan Anaknya, Jasadnya Ditemukan Tidak Utuh

Sebelum mengambil tindakan tegas itu, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat.

Adapun satu ekor harimau lagi yang hingga sekarang belum tertangkap, saat ini masih dilakukan penyisiran oleh petugas. Termasuk sudah memasang umpan di dalam kandang.

Karena kondisinya belum aman, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk sementara tidak datang ke obyek wisata garis pantai pasir panjang Singkawang.

"Masyarakat tetap waspada dan berhati hati. Segera melaporkan apabila mengetahui keberadaan hewan yang belum kami temukan," ujar Prasetiyo.

Penulis : Kontributor Pontianak, Hendra Cipta | Editor : David Oliver Purba, Dony Aprian

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com