Tak Terima Diingatkan Saat Cekcok dengan Istri Malam-malam, Pria di Yogya Tusuk Tetangga

Kompas.com - 03/02/2021, 14:53 WIB
Ilustrasi STOCKVAULT.netIlustrasi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Polsek Tegalrejo, Yogyakarta meringkus pelaku penusukan. Pelaku berinisial P (39) tidak terima karena dilerai saat cekcok dengan istrinya pada Senin (26/1/2021) pukul 23.30 WIB.

Kapolsek Tegalrejo, Kompol Supardi menjelaskan kronologi kejadiannya berawal pada  Senin (26/1/2021) malam anak pelaku bernama Aditya lari ke pos ronda melaporkan bahwa orangtuanya cekcok.

Setelah itu, korban CBN bersama teman-temannya yang berada di pos ronda menghampiri pelaku dan juga istrinya berniat untuk melerai keributan yang terjadi.

"Korban CBN beserta teman-teman ke rumah saudara P untuk melerai, mengingatkan dan menasehati agar tidak ribut karena sudah malam. Namun demikian saudara P karena sudah mengkonsumsi miras dia tidak mau diingatkan atau dinasehati oleh saudara CBN," kata Supardi, saat jumpa pers di Polsek Tegalrejo, Rabu (3/2/2021).

Baca juga: Gerakan Jateng di Rumah Saja, Bupati Batang Masih Pikir-pikir

Supardi menjelaskan, awal keributan pelaku dengan istri saat pelaku pulang ke rumahnya yang beralamatkan di Blunyahrejo, Karangwaru, Tegalrejo, Kota Yogyakarta dalam keadaan mabuk.

Lalu, pelaku P ingin mengambil kunci motor tetapi tidak diberikan oleh istrinya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Istri tidak mau memberikan kunci motor karena si istri tidak mau terjadi apa-apa,” ucapnya.

Setelah itu, karena pelaku tidak mau diingatkan terjadi pemukulan yang dilakukan oleh korban.

Tidak terima dipukul, pelaku langsung mengambil pisau dapur dan menusuk korban di bagian perut sebelah kiri.

“Korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Panti Rapih untuk mendapatkan perawatan medis, korban harus menjalani operasi dan saat ini korban masih rawat jalan,” kata dia.

Baca juga: Gerakan Jateng di Rumah Saja, Pedagang Menjerit: Satu Hari Tak Jualan, Satu Hari Tak Makan

Pelaku dan korban tidak hanya berhubungan sebagai tetangga tetapi keduanya memiliki hubungan saudara.

“Jadi statusnya itu kakak korban dan kakak pelaku adalah suami istri,” jelas Supardi.

Atas perbuatannya tersebut pelaku disangkakan Pasal 251 ayat 2 tentang penganiayaan hingga mengakibatkan luka berat, dengan ancaman pidana penjara 5 tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X