Angka Realisasi Vaksinasi di Brebes Masih Rendah, Kadinkes: Besok Kita Eksekusi

Kompas.com - 27/01/2021, 23:48 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Brebes dr. Sartono (Istimewa) KOMPAS.com/Tresno SetiadiKepala Dinas Kesehatan Brebes dr. Sartono (Istimewa)

BREBES, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr. Sartono mengakui angka realisasi vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan (nakes) hingga hari ketiga Rabu (27/1/2021) masih rendah.

Meski demikian, Sartono memastikan, akan mengejar ketertinggalan realisasi setelah sebelumnya melakukan persiapan yang matang.

"Betul (masih rendah). Besok Insya Allah 90 persen. Karena memang baru besok kita eksekusi," kata Sartono saat dikonfirmasi, Rabu (27/1/2021) malam.

Baca juga: Vaksinasi Baru Jalan 0,13 Persen, Kabupaten Brebes Diminta Kejar Target

Sartono mengatakan, dalam tiga hari terakhir sejak pencanangan vaksin hari pertama Senin (25/1/2021) lalu, pihaknya lebih dahulu melakukan persiapan matang.

"Tiga hari ini kita siapkan semuanya. Vaksinasi harus dilakukan dengan kehati-hatian. Bukan untuk lomba. Target terpenuhi namun safety nomor satu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatat sebanyak 86.570 tenaga kesehatan telah disuntik vaksin Covid-19 tahap pertama di Jawa Tengah.

Pelaksanaan vaksinasi tersebut mencapai 52,4 persen dari jumlah nakes yang menerima vaksin pada termin pertama dan termin kedua yang digelar di 1.298 fasilitas kesehatan.

Baca juga: Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Jateng Capai 52,4 Persen, Brebes Jadi Sorotan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, pihaknya menyoroti pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Brebes karena baru 0,13 persen nakesnya yang telah disuntik vaksin.

"Nakes di Brebes baru 20 orang yang disuntik, dari 5.591 total sasaran nakes atau 0,13 persen. Saya minta Brebes segera menyesuaikan surat edaran Sekda Provinsi, di suratnya sudah tegas diharapkan selesai hari Kamis besok hingga hari ini belum bergerak," tegasnya.

Seperti diketahui, Jawa Tengah mendapatkan dua kali jatah vaksin Covid-19. Termin pertama sebanyak 62.560 dosis untuk 32.973 nakes, lalu termin dua sebanyak 248.600 dosis untuk 122.617 nakes.

Penyuntikan tahap satu termin pertama, dilakukan untuk tiga daerah yakni Surakarta, Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada 14 Januari 2021. Sementara termin kedua untuk 32 kabupaten kota, dimulai pada tanggal 25 Januari 2021.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X