Puncak Bogor Jadi Daerah Peredaran Narkoba, 14 Orang Diamankan, 1 DPO

Kompas.com - 27/01/2021, 17:16 WIB
Satuan Reserse Narkoba, Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan 14 pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan ganja di wilayah Kabupaten Bogor pada Rabu (27/1/2021). KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSANSatuan Reserse Narkoba, Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan 14 pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan ganja di wilayah Kabupaten Bogor pada Rabu (27/1/2021).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Satuan Reserse Narkoba, Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan 14 pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan ganja di wilayah Kabupaten Bogor.

Dari 14 pelaku tersebut, enam orang di antaranya adalah pengedar dan kurir.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan bahwa salah satu pengedar narkoba yang kerap bertransaksi di antaranya ada di kawasan Puncak Bogor, Kecamatan Cisarua.

"Ini penangkapan selama 2 pekan, jadi ada 11 kasus narkotika berbagai jenis. Dari total itu ada 14 tersangka, dan paling besar yang ditangkap adalah seorang perempuan berinisial DH, di Puncak, Cisarua," ungkap Harun di Mapolres Bogor Cibinong, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Marak Prostitusi di Sepanjang Jalur Puncak Bogor Berkedok Penawaran Vila

1 orang masih DPO

Harun menjelaskan bahwa peredaran dan jual-beli narkoba di kawasan berhawa dingin tersebut masih menjadi masalah yang belum tuntas.

Sebab, kata dia, satu orang berinisial ES yang tak lain adalah suami DH menjadi daftar pencarian orang (DPO). Adapun inisial pelaku yakni, SH, SS, AS, AR, RJ, EB, DA, PJ, SY, FF, AJ, HU, WO, DH dan ES.

"Jadi sebenarnya total ada 15 tersangka. Tapi untuk suaminya ini yang inisial ES (pengedar) masih buron, dan sampai saat ini belum kita temukan," ujar dia.

Harun kembali menyebut bahwa para pelaku menjalankan berbagai jenis modus transaksi narkoba tersebut seperti menggunakan sistem tempel yang ditempatkan di suatu tempat.

Baca juga: Cerita Saksi Mata Banjir Bandang di Puncak Bogor, Suara Teriakan hingga Warga Pingsan

Dijual secara online

Selain itu, narkoba juga dijual secara bebas melalui platform jual beli digital. Kemudian, barang tersebut ditawarkan dengan nama atau kode rahasia tertentu atau IP address.

"Ini tergolong unik karena mendapatkannya melalui sosmed dengan menggunakan indikasi IP memesan barang, saat diterima itulah langsung dilakukan penangkapan oleh Satnarkoba," ujar dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X