Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, Kerugian Rp 35 Juta, Belasan Pegawai RSUD Trauma

Kompas.com - 24/01/2021, 13:16 WIB
Beredar video seratusan warga menerobos masuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mengambil paksa jenazah pasien Covid-19. Tangkapan layar videoBeredar video seratusan warga menerobos masuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mengambil paksa jenazah pasien Covid-19.


PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Insiden pengambilan paksa jenazah pasien positif Covid-19 oleh seratusan warga Desa Kalibuntu di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menimbulkan kerugian materiel dan immateriel.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Sugianto, mengatakan, kerugian materiel yang ditimbulkan dari insiden tersebut berupa rusaknya sejumlah fasilitas dan aset RSUD, seperti pintu, papan nama, kaca, pagar, kasur pasien, tembok, pot bunga, dan fasilitas lainnya.

"Kasus pengambilan paksa jenazah menimbulkan kerugian materiel dan immateriel. Total kerugian materiel diperkirakan Rp 35 juta. Sebagian dari fasilitas yang rusak tersebut kini sedang diperbaiki. Pegawai RSUD juga trauma," kata Sugianto, saat dihubungi Kompas.com Minggu (23/1/2021).

Pihaknya menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi, RSUD dan segala fasilitas yang ada di sana disiapkan menggunakan uang rakyat.

Baca juga: 100 Warga Terobos Rumah Sakit, Bawa Paksa Jenazah Pasien Covid-19 dengan Pikap

Namun, masyarakat sendiri yang merusak fasilitas untuk menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat itu sendiri.

Selain kerugian materiel, lanjut Sugianto, RSUD juga mengalami kerugian immateriel.

Yaitu rasa trauma dan merasa ketakutan yang dialami oleh para pegawai RSUD, mulai tenaga kesehatan, bagian administrasi, sekuriti, hingga cleaning service.

Kurang lebih belasan pegawai yang bekerja pada saat kejadian itu berlangsung.

"Sejumlah warga yang menerobos masuk rumah sakit dan merebut jenazah dengan bringas, berteriak-teriak dan berkerumun. Psikis para pegawai cukup terpukul dari kejadian tersebut," tukas Sugianto.

Karenanya, RSUD melakukan pemulihan psikis terhadap para pegawai yang mengalami trauma tersebut.

Mereka diberi motivasi dan pembinaan, serta dibangun lagi semangatnya bahwa tugas dan peran mereka sangat penting di masa pandemi Covid-19 ini.

Harapannya, para pegawai perlahan menyadari bahwa tugas mereka memiliki resiko, seperti insiden tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X