Isak Tangis Keluarga Sambut Jenazah Agus Minarni di Bandara Supadio Pontianak

Kompas.com - 16/01/2021, 18:24 WIB
Jenazah Agus Minarni (47), satu di antara penumpang pesawat Sriwijaya Air yang berhasil teridentifikasi tiba di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (16/1/2021) sore. Sejumlah keluarga yang telah menunggu sejak siang hari, sambil memangku foto korban, mereka tak kuat menahan tangis, saat peti jenazah diturunkan dari pesawat dan dimasukkan ke dalam mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAJenazah Agus Minarni (47), satu di antara penumpang pesawat Sriwijaya Air yang berhasil teridentifikasi tiba di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (16/1/2021) sore. Sejumlah keluarga yang telah menunggu sejak siang hari, sambil memangku foto korban, mereka tak kuat menahan tangis, saat peti jenazah diturunkan dari pesawat dan dimasukkan ke dalam mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.

PONTIANAK, KOMPAS.com – Jenazah Agus Minarni (47), satu di antara penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang berhasil teridentifikasi tiba di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (16/1/2021) sore.

Sejumlah keluarga yang telah menunggu sejak siang hari, sambil memangku foto korban, mereka tak kuat menahan tangis, saat peti jenazah diturunkan dari pesawat dan dimasukkan ke dalam mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.

Jamiat, paman Agus Minarni, yang mewakili pihak keluarga untuk serah terima jenazah mengucapkan terima kasih kepada para pihak terkait yang telah membantu proses pencarian.

“Dari pencarian hingga ditemukan, sampai pengantaran ini, kami keluarga mengucapkan terima kasih,” kata Jamiat sembari menyeka air matanya.

Baca juga: 2 Jenazah Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kalbar Diserahkan ke Keluarga

Rencananya, jenazah Agus Minarni akan langsung dibawa ke rumah duka. Setelah selesai membaca doa tahlil, jenazah akan dishalatkan di Masjid Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang dan akan dimakamkan paling cepat setelah shalat Isya.

Diberitakan, dua jenazah penumpang pesawat Sriwijaya Air asal Kalimantan Barat (Kalbar) telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan, Sabtu (16/1/2021).

Kedua jenazah tersebut masing-masing teridentifikasi atas nama Agus Minarni dan Ihsan Adhlan Hakim.

Baca juga: Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Kepala Kantor Pencairan dan Penyelamatan Pontianak, Yopi Haryadi mengatakan, kedua jenazah tiba di Bandara Internasional Supadio Pontianak pada pukul 13.30 WIB dan 16.05 WIB.

“Dari Basarnas, kedua jenazah diserahkan kepada Pemrpov Kalbar untuk kemudian diantar ke rumah duka dan dimakamkan oleh pihak keluarga,” kata Yopi kepada wartawan, Sabtu sore.

Menurut Yopi, jenazah pertama yang tiba di Pontianak atas nama Ihsan Adhlan Hakim dengan menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 684.

Kemudian disusul jenazah Agus Minarni, menggunakan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SI 186.

Baca juga: Jasad Pipit Piyono Teridentifikasi 5 Hari Pascakecelakaan Sriwijaya Air SJ 182



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X