Ridwan Kamil Sebut Jabar Butuh 67 Juta Dosis Vaksin Covid-19 untuk Ciptakan Kekebalan Imunitas Kelompok

Kompas.com - 06/01/2021, 17:07 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (14/12/2020). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (14/12/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Provinsi Jawa Barat akan mendapat jatah sekitar 90 ribu dosis vaksin dalam distribusi tahap pertama dari pemerintah pusat.

Pria yang akrab disapa Emil itu menyatakan, kebutuhan vaksin di Jawa Barat mencapai 67 juta dosis yang diperuntukan bagi 33,5 juta jiwa.

"Jumlah yang diperlukan untuk menciptakan kekebalan imunitas kelompok itu adalah 33,5 juta jiwa. Kalau kali dua dosis ada 67 juta yang dibutuhkan," kata Emil usai meninjau gudang vaksin Covid-19 di Kopo Bizpark, Kota Bandung, Rabu (6/1/2021).

Baca juga: Ridwan Kamil Imbau Kepala Daerah di Jabar Jadi Orang Pertama Divaksin

Kebutuhan itu bisa terpenuhi jika vaksin buatan Biofarma sudah mulai diproduksi secara massal.

"Khusus untuk vaksin yang diproduksi Biofarma, dimana saya jadi relawan, itu bulan depan mulai diproduksi dari bulan Februari sampai September sebanyak 120 juta dosis. Dari 400-an juta itu 120 jutanya diproduksi di Bandung," kata dia.

Saat ini, alokasi vaksin tahap pertama akan diberikan kepada 45.000 tenaga kesehatan di Jabar. Jumlah itu pun belum cukup mengingat jumlah tenaga kesehatan di Jabar mencapai 150.000 orang.

"Jabar sudah menerima kurang lebih 90.000 (dosis vaksin). Karena dibagi dua (tiap orang dua kali disuntik) hanya cukup untuk 45.000 nakes di tahap satu. Padahal nakes kita ada 150.000. Di tahap dua kita akan berikan ke semua nakes," tuturnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Januari 2021

Emil pun sedang mencari cara agar proses vaksinisasi berjalan lebih singkat dari perkiraan waktu 15 bulan. Dengan syarat, memperbanyak lokasi penyuntikan vaksin serta menambah petugas vaksin.

"Dengan kapasitas sekarang. Jumlah nakes 1000-an, Jabar akan menyelesaikan vaksinasi 15 bulan. Tapi kami mencoba menargetkan bisa beres selama 6 bulan, dengan syarat jumal titik pemaksinan bisa dua kali lipat dan vaksinator mendekati 20.000. Sekarang punya 11.000 vaksinator yang sudah dilatih. Dengan begitu, akan terjadi herd immunity, dan pemulihan ekonomi lebih cepat," paparnya.

Adapun pembagian vaksin akan diutamakan untuk tenaga kesahatan yang bertugas di daerah berisiko tinggi.

"Tadi arahan dari Presiden dan menteri, di zona merah diperbanyak. Ibaratnya ada 1.000 nakes di zona merah dan 1.000 nakes di zona tidak merah, meskipun jumlahnya sama, proporsinya tidak sama, akan lebih banyak di zona merah. Makanya Bodebek dan Bandung Raya lebih banyak," jelasnya. 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X