Kabupaten Serang Batalkan Rencana Belajar Tatap Muka 19 Januari

Kompas.com - 05/01/2021, 14:37 WIB
Ilustrasi Belajar Tatap Muka DOK. PINAHAYU PARVATI/KPGIlustrasi Belajar Tatap Muka

SERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, membatalkan rencana pembelajaran tatap muka Paud, TK, SD, dan SMP, pada tanggal 19 Januari 2021.

Pembatalan dilakukan setelah adanya Surat Edaran Gubernur Banten Nomor 420/2451-Huk/2020 tanggal 23 Desember 2020 tentang Penundaan Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka di Provinsi Banten.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya mengatakan, keputusan pembatalan belajar tatap muka berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah Provinsi Banten.

"Hasil rapat kordinasi itu penangguhan atas proses pembelajaran tatap muka. Ada juga surat edarannya dari Pak Gubernur kepada kepala daerah," ujar Asep saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/1/2021).

Baca juga: Pemkot Serang Tunda Rencana Belajar Tatap Muka 4 Januari 2021

Asep menuturkan, rencananya Pemkab Serang memberlakukan pembelajaran tatap muka pada tanggal 19 Januari 2020.

Namun, setelah adanya arahan tersebut, maka Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memutuskan untuk membatalkan belajar tatap muka dan melanjutkan metode belajar dari rumah.

"Awalnya kita berpikir tatap muka masuk untuk uji coba, simulasi dan tahapan awal itu tanggal 19 Januari, kenapa tanggal 19? Karena PSBB Banten kan berakhir tanggal 18 Januari," ujar Asep.

Baca juga: Gara-gara Pasien Tak Jujur, 19 Nakes RSDP Serang Terpapar Covid-19

Berdasarkan surat edaran Bupati Serang nomor 420/3808-Disdikbud tentang Pelaksanaan Pembelajaran di Masa Covid-19 Tahun Ajaran 2020/2021, belajar dari rumah akan dilaksanakan hingga ada pemberitahuan lanjutan.

"Nah, kita memberikan surat edaran kepada para kepala sekolah dengan dilampiri pedoman petunjuk belajar dari rumah," kata Asep.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X