Kompas.com - 30/12/2020, 09:35 WIB
Gubuk berukuran 2 x 2 meter dihuni oleh seorang nenek yang menderita lumpuh setelah dibuang oleh anak anaknya. Rabu, (30/12/2020). KOMPAS.com/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Gubuk berukuran 2 x 2 meter dihuni oleh seorang nenek yang menderita lumpuh setelah dibuang oleh anak anaknya. Rabu, (30/12/2020).

GOWA, KOMPAS.com - Menikmati usia senja dengan menyaksikan anak dan cucu tumbuh meraih kesuksesan adalah impian bagi seluruh orangtua.

Namun, hal ini tidak demikian bagi seorang nenek di Gowa, Sulawesi Selatan yang harus dibuang oleh anak-anaknya lantaran penyakit lumpuh yang dialaminya tak kunjung sembuh. Rabu, (30/12/2020).

Nenek Bollo (60) harus menghabiskan masa tuanya di sebuah gubuk berukuran 2 x 2 meter yang terletak di belakang pemukiman warga Dusun Bontolebang, Desa Pattalassang, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Usia Hampir Seabad, Mbah Wiryo Masih Setia Bunyikan Lonceng Gereja Saban Hari

Sakit tak kunjung sembuh, diusir 3 anaknya

Sejak tujuh bulan terakhir, nenek ini harus hidup di gubuk berdinding seng dan beralaskan tikar seadanya.

Ia harus hidup berdasarkan belas kasihan warga setelah ketiga anaknya mengusirnya lantaran penyakit lumpuh yang dideritanya sejak tiga tahun terakhir tak kunjung sembuh.

"Anaknya ada tiga orang dan semuanya telah berkeluarga dan mereka sudah tidak sanggup lagi merawatnya makanya dia tinggal di sini," kata Daeng Sompa (45), salah seorang warga setempat saat Kompas.com. berkunjung pada Rabu, (30/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kisah Pilu Bocah Syafa Idap Kanker Tulang, Hidup dengan Benjolan Sebesar Kepala di Lengan

 

Bantuan pemerintah terkendala administrasi

Gubuk berukuran 2 x 2 meter dihuni oleh seorang nenek yang menderita lumpuh setelah dibuang oleh anak anaknya. Rabu, (30/12/2020).KOMPAS.com/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T. Gubuk berukuran 2 x 2 meter dihuni oleh seorang nenek yang menderita lumpuh setelah dibuang oleh anak anaknya. Rabu, (30/12/2020).
Sehari-hari Nenek Bollo hanya berharap belas kasihan dari warga sekitar yang bergantian merawat dan membawakan makanan.

Warga setempat mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah setempat agar penyakit nenek Bollo bisa disembuhkan namun terkendala administrasi kependudukan.

"Kami sudah sering melapor ke pemerintah desa dan kecamatan tapi terkendala Kartu Keluarganya (Nenek Bollo) tidak ada jadi tidak bisa dapat bantuan," kata Daeng Mami (50).

Bersyukur ada warga yang peduli

Nenek Bollo merasa bersyukur sebab warga sekitar mau membantu meringankan beban penyakit yang dideritanya.

Baik memberi makan ataupun memandikannya setiap hari.

Ia merasa bersyukur bahwa di gubuk kecilnya masih ada warga yang memberikan bantuan kelambu yang dapat menghindarinya dari gigitan nyamuk pada malam hari.

"Alhamdulillah di sini ada kelambu yang saya pakai jadi aman dari nyamuk," kata Nenek Bollo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Regional
Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.