Kompas.com - 25/12/2020, 13:26 WIB
Ilustrasi api. Kayu yang terbakar adalah contoh laju reaksi. Panas dan oksigen yang bertemu kayu berubah menjadi karbon dioksida, uap, dan abu. PIXABAY/Myriams-FotosIlustrasi api. Kayu yang terbakar adalah contoh laju reaksi. Panas dan oksigen yang bertemu kayu berubah menjadi karbon dioksida, uap, dan abu.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Sebanyak tiga orang warga Kelurahan Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami luka-luka bakar akibat gas 3 kilogram di rumahnya bocor dan meledak, Kamis (24/12/2020).

Kejadian itu membuat seisi rumah bagian dapur terbakar. Api baru padam setelah warga sekitar bersama-sama memadamkannya.

"Korban sempat terbakar dan mengalami luka bakar sampai dibawa ke rumah sakit," jelas Kepala Polsek Indihiang Polresta Tasikmalaya, Kompol Didik Rohim Hadi kepada wartawan, Jumat (25/12/2020).

Baca juga: Mahasiswa Tewas Terseret Arus Curug Batu Blek Tasikmalaya

Korban yang mengalami luka bakar adalah Eman, Tutuy dan Joni yang masih satu keluarga. Ketiganya hingga kini masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, yang mendapatkan informasi tersebut langsung meninjau lokasi kebakaran pada Jumat pagi.

Plt Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf didampingi Sekretaris Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, mmberikan bantuan bagi para korban terbakar akibat gas bocor dan meledak di Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jumat (25/12/2020).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Plt Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf didampingi Sekretaris Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, mmberikan bantuan bagi para korban terbakar akibat gas bocor dan meledak di Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jumat (25/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yusuf pun sempat melihat dapur yang menjadi sumber utama gas 3 kilogram bocor yang apinya menyambar korban.

"Saya baru mendengar kejadian ini tadi malam ya, jadi saya mengkondisikan hari ini menengok bareng dengan Sekdis Dinsos Kota Tasikmalaya. Tapi, saya belum bisa menengok langsung para korban di rumah sakit, karena situasi Covid saat ini," jelas Yusuf kepada Kompas.com.

Baca juga: Rekor Baru, Pasien Covid-19 Selama 2 Bulan di Kota Tasikmalaya Capai 750 Orang

Dari informasi yang didapatnya, Yusuf mengatakan, gas 3 kilogram itu meledak akibat api tidak langsung dimatikan saat diketahui terjadi kebocoran.

Yusuf pun meminta warganya berhati-hati dan tidak menggoyangkan tabung gas yang bocor dengan api sedang menyala.

"Selang gasnya tidak dicabut dan hanya digoyang-goyang dengan posisi api menyala, ya gas yang bocor jadi api, sehingga api pun menyambar ke tiga korban," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X