Usai Dicabuli Kenalan Facebook, Gadis 14 Tahun Jalan Kaki Puluhan Km Pulang ke Rumah

Kompas.com - 22/12/2020, 14:46 WIB
Ilustrasi korban revenge porn SHUTTERSTOCK/DOIDAM 10Ilustrasi korban revenge porn

MAMASA, KOMPAS.com – Seorang pria berinisial NT (26) diringkus tim Buser Polres Mamasa, Sulawesi Barat setelah dilaporkan melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Mirisnya, usai dicabuli, korban yang berusia 14 tahun dan masih duduk di bangku SMP ini disuruh pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki puluhan kilometer.

NT ditangkap polisi tanpa perlawanan di kediamannya, di Desa Salu Kekopopo, Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Baca juga: Guru Cabul di Cianjur Ternyata Koleksi Foto-foto Selfie dengan Murid-murid Korbannya

Kasat Reskrim Polres Mamasa Iptu Dedi Yulianto menjelaskan, awalnya korban dan pelaku berkenalan di media sosial Facebook. Perkenalan di media sosial tersebut berlanjut di dunia nyata.

“Korban mulanya berkenalan di Facebook, terakhir pelaku diketahui menjemput korban di rumahnya untuk diajak jalan-jalan, belakangan pelaku malah mencabuli korban,”jelas Iptu Dedi Yulianto.

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sesudah berkenalan, NT beberapa kali mendatangi rumah korban.

Pencabulan anak di bawah umur ini diketahui terjadi pada 20 Desember 2020 lalu.

Baca juga: Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

 

Pelaku diketahui mengajak korban jalan-jalan dan menjemput korban dengan sepeda motor tanpa sepengetahuan orangtuanya.

Pelaku yang sudah punya rencana jahat malah membawa korban ke salah satu rumah hingga pencabulan terhadap korban terjadi.

Setelah puas mencabuli korban, pelaku meminta korban pulang ke rumahnya sambil berjalan kaki puluhan kilometer.

Keluarga korban yang berusaha mencari korban ke sana sini lantaran tak kunjung pulang ke rumahnya menemukan korban di tengah perjalanan dalam kondisi berjalan sempoyongan, kelelahan berjalan kaki.

Sampai di rumahnya, korban lalu menceritakan semua perbuatan NT. Keluarga korban yang tak terima perbuatan pelaku tersebut kemudian melaporkan pelaku ke pihak kepolisian.

Pelaku NT diketahui telah memiliki istri sah namun masih nekat melakukan perbuatan bejat terhadap korban yang masih tergolong anak dibawah umur.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Mamasa. NT terancam dikenakan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X