Kompas.com - 15/12/2020, 17:51 WIB
DD (44), oknum guru di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang diduga telah mencabuli sembilan orang siswa. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANDD (44), oknum guru di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang diduga telah mencabuli sembilan orang siswa.

CIANJUR, KOMPAS.com - Tim Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cianjur, Jawa Barat, terus mendalami pemeriksaan terhadap DD (44), oknum guru yang diduga mencabuli 9 orang muridnya.

Pria asal Karangtengah Cianjur itu telah dijadikan tersangka dengan jeratan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton mengatakan, terkait proses pemeriksaan tersangka, pihaknya juga akan melibatkan psikolog dan psikiater untuk memeriksa kondisi kejiwaannya.

Baca juga: Cabuli 9 Muridnya, Oknum Guru di Cianjur Ini Diduga Tak Cuma Kelainan Seksual

Setelah cabuli korbannya, diajak selfie

Pasalnya, menurut Anton, tersangka diduga mengidap kelainan seksual.

"Semua korbannya laki-laki, murid-muridnya. Rata-rata usia mereka 9-12 tahun," kata Anton saat ekspose perkara di mapolres, Senin (14/12/2020).

Selain itu, dari hasil pemeriksaan terungkap jika tersangka sempat mengoleksi foto-foto korban di ponselnya.

"Setelah mencabuli korban, tersangka ini selfie dengan korban-korbannya. Namun, mereka dalam kondisi berpakaian," ucapnya.

Baca juga: Fakta Oknum Guru di Cianjur Cabuli 9 Murid Laki-lakinya, Dilakukan Sejak 2018, Pelaku Ditangkap

Ancam berikan nilai jelek

Agar niat jahatnya berjalan mulus, tersangka mengiming-imingi para korban dengan uang jajan, dan meminjamkan ponselnya untuk bermain gim.

"Agar perbuatannya tidak terbongkar, tersangka mengancam akan memberikan nilai jelek apabila korban-korbannya bercerita kepada orang lain," ujar Anton.

Diberitakan sebelumnya, polisi meringkus DD (44), oknum guru di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat atas dugaan tindak pidana asusila.

DD diduga telah mencabuli sembilan orang muridnya di tahun 2018 hingga 2019.

Polisi menyita lima setel seragam sekolah milik korban, dan satu buah handphone kepunyaan pelaku sebagai barang bukti.

Atas perbuatannya, DD terancam hukuman pidana 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X