Demo Tolak Pilkada Tasikmalaya Ricuh Lagi, Polisi dan Pedemo Luka-luka....

Kompas.com - 16/12/2020, 15:57 WIB
Kerusuhan terjadi antara pendemo dan petugas Kepolisian saat aksi unjukrasa masyarakat menolak hasil Pilkada Tasikmalaya di depan kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (16/12/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKerusuhan terjadi antara pendemo dan petugas Kepolisian saat aksi unjukrasa masyarakat menolak hasil Pilkada Tasikmalaya di depan kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (16/12/2020).

 

Belum ada tanggapan Bawaslu

Sementara itu, Korlap aksi, Junen Hudaya mengatakan, pihaknya meminta Bawaslu untuk menindak lanjuti pelaporan-pelaporan yang sudah disampaikan, namun hingga saat ini belum menerima tanggapan.

Selain itu, pihaknya meminta KPU untuk membatalkan hasil pleno yang ditetapkan Rabu dini hari tadi.

"Kami masyarakat yang sangat kecewa, KPU menetapkan hasil pleno tersebut pada dini hari. Sehingga memunculkan kecurigaan dan adanya tak transparan," tambah Junen.

Baca juga: Quick Count LSI Denny JA Data 99,00 Persen Pilkada Kabupaten Tasikmalaya: Iwan-Iip Unggul

Padahal, pihaknya berhadap sebelum dilakukan pleno, pihak Bawaslu menindaklanjuti terlebih dahulu pelaporan-pelaporan yang telah disampaikan.

Pelaporan tersebut seperti ASN yang tidak netral dan berpihak kepada pasangan calon petahana.

"Tadi perwakilan para pimpinan aksi masuk ke dalam untuk bertemu Bawaslu. Hasilnya, bahwa Bawaslu akan membentuk tim untuk melakukan investigasi," kata dia.

Baca juga: Unggul Quick Count Pilkada Tasikmalaya, Iwan Saputra-Iip Miftahul Paos Sujud Syukur di Pinggir Jalan

Kapolres: bentrokan akibat kesalahpahaman

Sementara itu, Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana, mengaku kejadian bentrokan tersebut akibat adanya kesalahpahaman.

Kejadian tak berlangsung lama dan membenarkan ada anggotanya yang terluka akibat kejadian itu.

"Tadi sebentar karena ada kesalahpahaman saja. Iya, ada anggota kami terluka. Ini hanya kesalahpahaman saja," singkat dia saat dimintai keterangan wartawan di lokasi kejadian.

Sampai berita ini diturunkan, aksi unjukrasa maaih berlangsung dan mendapatkan penjagaan ketat anggota Kepolisian.

Bahkan, satu unit mobil pengurai massa Water Canon pun diterjunkan ke lokasi untuk membubarkan massa.

Tapi, massa unjukrasa masih bertahan di lokasi dan berjanji akan tetap bertahan dan melakukan aksi unjukrasa besar-besaran untuk menuntut keadilan demokrasi dalam pelaksanaan Pilkada Tasikmalaya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X