Kompas.com - 11/12/2020, 23:58 WIB
TPS 3 Balansiku, tengah menjadi sorotan dan berpotensi PSU akibat keteledoran petugas TPS yang menutup TPS sebelum tepat pukul 13.00 wita (Bawaslu) Kompas.com/Ahmad DzulviqorTPS 3 Balansiku, tengah menjadi sorotan dan berpotensi PSU akibat keteledoran petugas TPS yang menutup TPS sebelum tepat pukul 13.00 wita (Bawaslu)

NUNUKAN, KOMPAS.com - Sebanyak 2 tempat pemungutan suara (TPS) di Nunukan Kalimantan Utara masing masing TPS 12 desa Tanjung Harapan Nunukan dan TPS 3 desa Balansiku Sebatik, berpotensi pemungutan suara ulang (PSU).

Ketua Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan Mochammad Yusran menjabarkan, indikasi kesalahan di TPS 12 yaitu ditemukannya kekurangan 2 surat suara untuk bupati dan kelebihan 2 surat suara gubernur yang telah dicoblos.

‘’Jadi dugaan kami, petugas di TPS memberikan surat suara yang sama kepada dua orang, entah itu surat suara untuk pemilihan gubernur atau surat suara untuk pemilihan bupati, pemilih diberi surat suara dua-duanya gubernur atau sebaliknya dua-duanya surat suara bupati,’’ujar Yusran, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Bawaslu Gunungkidul Sebut Tak Ada Pemungutan Suara Ulang

Kondisi ini menjadi bahan keributan sehingga dimasukkan dalam pembahasan Gakumdu.

Yusran menambahkan, tentu saja harus ada mekanisme tertentu untuk menjaga hak pilih atau jumlah suara pemilih yang masuk.

Ia cukup menyesalkan kondisi ini, seharusnya petugas TPS sudah melakukan sinkronisasi data untuk absensi DPT, DPTh dan DPTb, termasuk memastikan jumlah surat suara sah dan tidak sah saat penghitungan.

Sementara untuk TPS 3 desa Balansiku Sebatik, kesalahan yang terjadi adalah akibat keteledoran petugas TPS, mereka mencoret atau menyilang semua sisa surat suara padahal masih ada waktu bagi pemilih menyalurkan suaranya sebelum pukul 13.00 Wita.

‘’Pas injury time, belum jam 13.00 Wita datang dua pemilih, bingunglah petugas di TPS karena surat suara yang dianggap sisa sudah disilang semua, akhirnya diberikanlah surat suara yang sudah disilang itu,’’tuturnya.

Keadaan ini, menurut Yusran, merugikan dua pemilih tersebut, karena semua orang bisa tahu siapa calon kepala daerah yang dipilihnya. Semua bisa melihat pilihan mereka dari dua kertas yang terdapat tanda silang.

Padahal, pemilu seharusnya berasaskan Langsung Umum Bebas Rahasia (Luber) dan Jujur Adil (Jurdil).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X