Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Kompas.com - 02/12/2020, 16:50 WIB
Syaiful Hidayat, keponakan Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan bahwa ibunda Mahfuf gagal untuk diungsikan setelah ada jaminan keamanan dari aparat. KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANSyaiful Hidayat, keponakan Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan bahwa ibunda Mahfuf gagal untuk diungsikan setelah ada jaminan keamanan dari aparat.

PAMEKASAN, KOMPAS.com – Ibu kandung Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Khadidjah, batal untuk diungsikan setelah terjadi unjuk rasa ratusan orang di rumahnya, Selasa (1/12/2020).

Batalnya rencana mengungsikan Khadijah disampaikan Syaiful Hidayat, keponakan Mahfud MD, kepada Kompas.com di ruang kerjanya di RSUD Smart Pamekasan, Rabu (2/12/2020). 

Syaiful mengatakan, Khadijah tetap tinggal di rumahnya setelah adanya jaminan keamanan dari aparat TNI-Polri.

Mulai hari ini, aparat keamanan yang menjaga rumah Mahfud ditambah jumlahnya dari awalnya tiga personel menjadi 30 personel.  

Baca juga: Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah jika Rizieq Shihab Dipenjara

"Setelah musyawarah keluarga, ibunda Mahfud tidak jadi diungsikan dengan jaminan keamanan," kata Syaiful Hidayat. 

Pria yang akrab dipanggil Yayak ini menambahkan, batalnya pengungsian Khadijah juga karena pertimbangan kesehatan.

Khadijah yang kini sudah berusia 90 tahun rentan sakit dan tidak kerasan di tempat tinggal yang baru. 

"Kami khawatir, setelah diungsikan ke rumah lain, dalam waktu singkat Bunda Khadijah minta kembali lagi ke rumah asalnya," imbuh Yayak. 

Terkait dengan upaya hukum, pihak keluarga Mahfud, menurut Yayak, sudah menyerahkan kepada pihak kepolisian.

 Polisi sudah menentukan langkah apa yang akan dilakukan untuk mengusut pelanggaran hukum yang terjadi dalam aksi massa kemarin itu. 

"Biar aparat yang menanganinya. Pihak keluarga sudah memasrahkan kepada polisi," ungkap dia. 

Diberitakan sebelumnya, ratusan orang menggeruduk rumah Mahfud MD yang ditempati ibunya, Khadijah.

Baca juga: Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD

Massa datang menggunakan kendaraan roda empat dengan bak terbuka.

Dalam tuntutannya, massa meminta agar Mahfud tidak memenjarakan Rizieq Shihab.

Massa yang mengatasnamakan Umat Islam Pamekasan Jawa Timur itu sebelumnya juga berunjuk rasa ke Mapolres Pamekasan dengan tuntutan yang sama, menolak pemenjaraan Rizieq Shihab.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X