Terdengar Gemuruh dan Semburkan Gas, Pengeboran Sumur di Blora Dihentikan di Kedalaman 48 M

Kompas.com - 30/11/2020, 19:32 WIB
Suasana lokasi pengeboran sumur air di Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang terpaksa dihentikan lantaran mengeluarkan semburan gas, Minggu (29/11/2020). DOKUMEN BPBD BLORASuasana lokasi pengeboran sumur air di Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang terpaksa dihentikan lantaran mengeluarkan semburan gas, Minggu (29/11/2020).

BLORA, KOMPAS.com - Aktivitas pengeboran sumur air di Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah terpaksa dihentikan lantaran mengeluarkan semburan gas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora, Hadi Praseno, mengatakan, pengeboran sumur yang diupayakan oleh Sumiran (31) untuk memenuhi kebutuhan air bersih sudah mencapai kedalaman 48 meter.

Namun, saat akan dipasang pompa submersible ke dalam lubang sumur tersebut, mendadak terdengar suara gemuruh yang bersumber dari bawah disertai bau gas yang pekat. 

Baca juga: Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Sumiran yang ketakutan selanjutnya berupaya menutup lubang pengeboran di samping rumahnya itu dengan menggunakan kain basah.

"Kejadian dua hari lalu. Sumiran yang mendengar gemuruh dan mencium bau gas kemudian urung memasang pompa. Ia kemudian mencoba menyalakan korek di bibir sumur dan gasnya terbakar. Karena takut dan terkejut ia kemudian menutupnya dengan kain basah," kata Hadi saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Senin (30/11/2020).

BPBD Kabupaten Blora yang berkoordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Jateng sudah berupaya menutup lokasi semburan gas sekaligus memberikan pembatas berupa garis polisi.

"Kami sudah mengimbau warga untuk tidak menyalakan api di sekitar lokasi dan sudah kami tutup lubang pengeborannya," tutur Hadi.

Baca juga: Saling Tolong, 4 Warga Malah Tewas Tenggelam di Dalam Sumur

Sementara itu  Kepala Balai Pengkajian dan Pengawasan dan Pengendalian (BP3) ESDM Jawa Tengah Wilayah Kendeng Selatan Budi Setyawan mengatakan, secara geologi wilayah Kabupaten Blora termasuk Kecamatan Kedungtuban berpotensi bersemayam gas alam atau gas rawa pada kedalaman tertentu.

"Komponen gas alam adalah metana (CH4) yang merupakan molekul hidrokarbon. Jika dalam jangka waktu sepekan terjadi penurunan sebaiknya ditutup saja," kata Budi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X