Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun "Silicon Valley" hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Kompas.com - 25/11/2020, 22:10 WIB
Debat publik antar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang yang disiarkan di Inews TV, Rabu (25/11/2020) malam. Tangkapan Layar Youtube KPU KarawangDebat publik antar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang yang disiarkan di Inews TV, Rabu (25/11/2020) malam.

KARAWANG, KOMPAS.com - Para kandidat Pilkada Karawang 2020 memaparkan strategi mengatasi pengangguran dan mengurangi angka kemiskinan dalam publik antar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang yang disiarkan di Inews TV, Rabu (25/11/2020) malam.

Pasangan nomor urut satu Yesi Karya Lianti-Adly Fayruz mengaku akan mendirikan Karawang Digital Valey, mengadopsi Silicon Valey.

Adly menyebut Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan dinaikkelaskan. Mereka bakal diberi pelatihan, pendampingan dan memberi akses pendanaan. Di antaranya melalui funding, dan fintech.

Baca juga: Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Yesi-Adly pilih dorong UMKM dan startup

Pasangan dokter-artis ini juga akan membentuk tim digital marketing, Pelaku UMKM dan startup juga akan membuatkan aplikasi mobile dan ekuitas merek.

"Kami akan membuat tumbuh ekonomi Karawang dan yang pastinya akan mengurangi pengangguran di Karawang," ujar Adly.

Disamping itu, Yesi-Adly juga akan menambahkan kurikulum wirausaha di SMA/SMK.

Sebab, menurut paslon ini, sejauh ini mindset ketika lulus, para siswa di Karawang ingin masuk industri.

"Kami ingin menciptakan entrepreneur," kata dia.

Baca juga: Begini Cara Paslon Cellica-Aep Atasi Masalah Ketenagakerjaan di Karawang

Cellica-Aep kembangkan ekonomi kreatif

Paslon nomor urut dua Cellica Nurrchadiana-Aep Syaepuloh mengaku akan mengembangkan ekonomi kreatif berdasarkan potensi masing-masing desa.

Salah satunya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Misalnya ekonomi berbasis destinasi wisata dan potensi bandeng di Cilamaya Wetan.

"Bagaimana besok, ikan bandeng, kerang, kepiting, kerang hijau, beras bisa masuk sektor ekonomi yang ada di Karawang, (misalnya) hotel, restoran, pabrik dan potensi sektor pasar moderen lainnya," kata Cellica.

Sebagai petahana, Cellica mengaku telah membuat program lowongan kerja online. Sehingga pelamar tak lagi terkena pungutan-pungutan.

Baca juga: Debat Pilkada Pandeglang soal Sektor Wisata: Thoni Perbanyak Festival, Irna Buat Wisata Halal

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X