Kompas.com - 22/11/2020, 09:51 WIB
Dua warga yang dilaporkan hilang sedang mengonsumsi makanan dan minuman bersama Tim SAR Gabungan di kawasan TNGGP, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (21/11/2020). DOK : SEHATI BERGERAK BERSAMADua warga yang dilaporkan hilang sedang mengonsumsi makanan dan minuman bersama Tim SAR Gabungan di kawasan TNGGP, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (21/11/2020).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Dua pencari bunga ditemukan di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (21/11/2020).

Sebelumnya, dua warga Kampung Lebaksiuh, Desa Sukamaju, setempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Jumat. Keduanya adalah Eksan Setiawan (20) dan YS (15).

Informasi yang dihimpun dari tim search and rescue (SAR) gabungan kedua warga yang dilaporkan hilang itu mengaku saat di dalam hutan turun hujan deras dan berkabut. Keduanya memutuskan bermalam di hutan.

"Alhamdulillah kedua warga yang dilaporkan hilang sudah ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat," kata Camat Kadudampit, Jenal Abidin saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu sore.

Baca juga: Menyoal Foto Bugil 2 Pria di Gunung Gede Pangrango, Terduga Pelaku Sebut untuk Riset Tema Tubuh

Dia menuturkan, upaya pencarian dan penyelamatan terhadap dua warga dilakukan setelah menerima laporan. Gelombang pertama malam hari pukul 19.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Selanjutnya gelombang dua digelar Sabtu dari pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat pencarian gelombang kedua ini, kedua warga ditemukan di ketinggian 1.400 meter dari permukaan laut (mdpl). 

"Keduanya masuk ke hutan untuk bermain sambil mencari bunga," tutur dia.

Salah seorang anggota tim SAR gabungan Abu Rizal menuturkan, kedua survivor (orang yang dicari) bermalam di dalam hutan memanfaatkan tanaman seperti tepus.

"Semalam keduanya tidur di sela-sela tanaman tepus," tutur Rizal dari Sehati Gerak Bersama saat dihubungi Kompas.com, Sabtu pagi.

Menurut dia, saat ditemukan keduanya dalam kondisi lemah, terutama warga yang usianya muda. Karena keduanya saat masuk ke hutan tidak membawa perbekalan atau makanan.

"Hanya pakaian yang dipakai, satu survivor pakai sandal jepit dan satunya pakai sepatu boots," ujarnya.

Baca juga: Beredar Video Diduga 2 Pendaki yang Foto Bugil di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf

Sementara Kepala Resor Situgunung, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Asep Suganda membenarkan ada laporan dua warga hilang.

"Kalau wilayahnya masuk Resor Selabintana, namun lebih dekat ke Resor Situgunung, jadi masyarakat lapor pada kami," kata Asep saat dikonfirmasi, Sabtu.

"Alhamdulillah kedua warga sudah ditemukan kembali," sambung dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X