UMK Gunungkidul Naik Tertinggi, tetapi Besarannya Masih Terendah di DIY

Kompas.com - 19/11/2020, 15:58 WIB
Ilustrasi gaji, rupiah KOMPAS.com/NURWAHIDAHIlustrasi gaji, rupiah

YOGYAKARTA, KOMPAS.com-Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2021 Kabupaten Gunungkidul mengalami kenaikan paling tinggi se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Namun di sisi lain, besaran UMK Gunungkidul terendah se-DIY, dan belum semua pengusaha bisa membayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Ada kenaikan Rp 65.000 dari awalnya Rp 1.705.000 menjadi Rp 1.770.000 di tahun depan," kata Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Gunungkidul, Budiyono saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Seluruh Daerah di DIY Naikkan UMK, Gunungkidul Naik Paling Tinggi

Seperti diketahui, sesuai dengan Keputusan Gubernur DIY No.340/KEP/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota Tahun 2021.

Untuk UMK Kota Yogyakarta pada 2021 adalah Rp 2.069.530, Kabupaten Sleman Rp 1.903.500, Bantul Rp 1.842.460, Kulonprogo Rp 1.805.000; dan Gunungkidul Rp 1.770.000.

Dijelaskan, nominal tersebut sesuai dengan usulan tripartit dewan pengupahan di Gunungkidul, sehingga Budiyono tak begitu heran.

Namun demikian, Budiyono tak memungkiri jika ada pengusaha yang selama ini belum bisa memberi upah sesuai dengan ketentuan.

Baca juga: Kabar Baik, UMK di DIY Naik Semua, Daerah Mana yang Paling Tinggi?

Sebab, pengusaha di Gunungkidul sebagian masih industri kecil.

Budiyono mengakui kondisi di tengah pandemi juga menyulitkan semua pihak termasuk para pengusaha.

Namun, pengusaha juga tidak boleh mengambil tindakan sesuka hatinya sendiri, untuk pekerja juga tidak boleh memaksakan kehendak.

"Harus ada komunikasi dan itu harus dilakukan sehingga semua bisa tetap berjalan," ucap dia.

Sekda Kabupaten Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan, besaran kenaikan ini bisa dipahami semua pihak.

Kondisi saat ini ditengah pandemi bisa dipahami semua pihak pihak, termasuk buruh dan pengusaha.

Baca juga: Sebagian Kader PAN Gunungkidul Dukung Calon yang Tak Diusung Partainya

"Kenaikan itu bisa dipahami asosiasi pengusaha, agar kenaikan 'yang tidak seberapa ini' mudah-mudahan bisa menerima," ucap Drajad.

Adapun dalam rapat tripartit ada usulan dari pengusaha kenaikan sebesar 3,5 persen, dan usulan buruh sebesar 4,4 persen, akhirnya disepakati kenaikan 3,81 persen.

Pemerintah Daerah, menurut dia, berupaya membantu para pengusaha ditengah pandemi seperti salah satunya relaksasi pajak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X