Fakta 8 Pekerja Migran Indonesia Disekap di Malaysia, Berhasil Dibebaskan berkat Laporan Serikat Buruh

Kompas.com - 17/11/2020, 16:52 WIB
Ilustrasi TKI KOMPAS.comIlustrasi TKI
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) dilaporkan telah disekap dan dianiaya oleh agen mereka bekerja di Miri, Malaysia.

Laporan tersebut dibuat oleh Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sambas pada Kamis (5/11/2020) lalu.

Menindaklanjuti laporan itu, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia ( KJRI) di Kuching, Malaysia, bersama dengan pihak aparat kepolisian setempat langsung turun tangan.

“Benar. Awalnya kami menerima pengaduan ada pekerja migran yang disekap dan dianiaya oleh agen mereka di Miri, Malaysia,” kata Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Malaysia, Yonny Tri Prayitno saat dihubungi, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Delapan Pekerja Migran Indonesia Disekap dan Dianiaya di Malaysia

Korban delapan orang

Yonny menerangkan, total korban yang disekap oleh para pelaku ada sebanyak delapan orang.

Saat ini, seluruh korban penyekapan sudah berhasil dibebaskan dan akan segera dipulangkan ke Indonesia setelah kasus tersebut diusut secara tuntas.

"Pembebasan PMI yang disekap itu, terjadi pada Sabtu (14/11/2020) sekitar pukul 19.00 waktu setempat bersama pihak Polisi Kota Miri Malaysia," kata Yonny.

Menurutnya, para korban diketahui semuanya wanita berusia antara 35-58 tahun yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Tidak semuanya dari Kalimantan Barat. Ada juga Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat,” ungkap Yonny.

Baca juga: 8 Pekerja Migran Indonesia Dibebaskan dari Penyekapan di Sarawak

Untuk mengusut tuntas kasus tersebut, pihaknya berjanji akan memberikan perlindungan kepada korban dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kami memonitor penyelesaian kasus itu dan terus memberikan bantuan dan perlindungan kepada pekerja migran,” terangnya.

Pelaku ditangkap

Dalam penggerebekan itu, lanjut Yonny, aparat keamanan setempat juga berhasil meringkus pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap PMI.

Pelaku diketahui seorang wanita warga Miri yang merupakan agen PMI tersebut bekerja.

Dalam kasus itu, pelaku dianggap telah melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Seluruh korban, kata Yonny, saat ini sudah dalam perlindungan pihak kepolisian setempat.

Mereka sementara belum bisa dipulangkan karena masih diminta untuk membantu pengusutan kasus tersebut.

Penulis : Kontributor Pontianak, Hendra Cipta | Editor : Dony Aprian, Icha Rastika



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X