Delapan Pekerja Migran Indonesia Disekap dan Dianiaya di Malaysia

Kompas.com - 17/11/2020, 14:04 WIB
Ilustrasi TKI KOMPAS.comIlustrasi TKI

PONTIANAK, KOMPAS.com – Sebanyak delapan pekerja migran Indonesia (PMI) dikabarkan disekap dan mengalami penganiyaan di tempat mereka bekerja, Miri, Serawak, Malaysia.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Malaysia, Yonny Tri Prayitno menerangkan, kasus tersebut terungkap setelah pihaknya mendapat laporan dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sambas.

Delapan pekerja migran tersebut kini telah diselamatkan, Sabtu (14/11/2020) kemarin.

“Benar. Awalnya kami menerima pengaduan ada pekerja migran yang disekap dan dianiaya oleh agen mereka di Miri, Malaysia,” kata Yonny saat dihubungi, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: BP2MI Ingatkan Pekerja Migran Tak Boros Nikmati Hasil Kerja di Luar Negeri

Berdasarkan laporan itu, lanjut Yonny, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, terkait dengan data korban serta keberadaan dan kondisi pekerja migran tersebut.

“Setelah itu, kami meminta Polisi Serawak dan Kota Miri untuk melakukan penyelamatan,” ujar Yonny.

Dalam operasi yang dilakukan, kata Yonny, polisi setempat menemukan delapan orang pekerja migran dan langsung membebaskannya.

Saat ini delapan pekerja migran korban penyekapan itu masih dalam perlindungan dan diamankan oleh pihak kepolisian setempat untuk proses penyelidikan lebih lanjut. “Seluruhnya wanita berumur antara 35 sampai 58 tahun,” ucap Yonny.

Baca juga: Mayat yang Mengapung di Parit Pontianak Diduga Korban Penganiayaan

Yonny tidak merinci data dan asal delapan pekerja migran tersebut.

Dia hanya menyebut, mereka mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Tidak semuanya dari Kalimantan Barat. Ada juga Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat,” ungkap Yonny.

Yonny memastikan, KJRI Kuching akan terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk kepolisian setempat untuk memberi perlindungan kepada pekerja migran Indonesia di Malaysia.

“Kami memonitor penyelesaian kasus itu dan terus memberikan bantuan dan perlindungan kepada pekerja migran,” tutup Yonny.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X