Kompas.com - 16/11/2020, 07:49 WIB
Sebuah pohon besar menimpa rumah di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jumat petang (13/11/2020). Pohon roboh setelah dihempas angin kencang. DOK TAGANA KAB CIAMISSebuah pohon besar menimpa rumah di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jumat petang (13/11/2020). Pohon roboh setelah dihempas angin kencang.

CIAMIS, KOMPAS.com - Taruna Siaga Bencana Kabupaten Ciamis mendata, total kerusakan akibat bencana angin puting beliung, Jumat (13/11/2020) sore, di Kecamatan Pamarican, Cimaragas, Cidolog dan Cisaga sebanyak 302 rumah, dan sejumlah tempat usaha berupa kandang ayam, serta fasilitas umum.

Pendataan ini dimulai sesaat setelah kejadian hingga hari Minggu (15/11/2020).

"Data terakhir ada 302 rumah rusak akibat angin kencang," kata Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis, Ade Waluya melalui pesan WhatsApp, Senin pagi (16/11/2020).

Ade merinci, di Kecamatan Pamarican lebih dari 200 rumah rusak. Selain itu, tiga fasilitas umum berupa mushala, pusat kesehatan desa dan balai dusun juga rusak akibat musibah ini.

Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang 7 Desa di Ciamis, 15 Keluarga Mengungsi

 

Kerusakan disebabkan rumah tertimpa pohon roboh dan atap beterbangan disapu angin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selain itu, satu kandang ayam di Kecamatan Pamarican juga mengalami kerusakan," kata Ade.

Di Kecamatan Cimaragas, lanjut Ade, ada 68 rumah rusak akibat bencana ini. Untuk Kecamatan Cidolog 24 rumah dan Cisaga 11 rumah.

Anggota Tagana Kabupaten Ciamis, Baehaki Efendi mengatakan, saat kejadian, hujan cukup deras mengguyur wilayah Pamarican dan sekitarnya. Hujan juga disertai angin kencang.

Kencangnya angin bahkan merobohkan pepohonan di wilayah tersebut. Pohon roboh menimpa atap rumah warga.

"Kerusakan rumah mulai ringan, sedang hingga rusak berat," jelasnya.

Hingga Minggu, lanjut Baehaki, proses pembersihan reruntuhan pohon di rumah warga sudah selesai.

Saat ini, warga yang rumahnya tertimpa pohon membutuhkan terpal.

"Atap rumahnya rusak, warga membutuhkan terpal," katanya.

Senada dengan Tagana, BPBD Kabupaten Ciamis juga merinci total kerusakan bangunan akibat bencana angin puting beliung.

Menurut data Pusdalops BPBD, sebanyak 302 rumah, 13 tempat usaha, dan 7 fasilitas umum mengalami kerusakan.

Bencana angin puting beliung ini tidak menyebabkan korban jiwa. Namun, BPBD mencatat ada 9 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 27 jiwa terpaksa mengungsi pasca-bencana ini.

Jumlah bangunan yang rusak tersebar di empat kecamatan, masing-masing Kecamatan Pamarican, Cimaragas, Cidolog dan Cisaga.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X