Debat Pilkada Tanah Bumbu, Pembangunan Ibu Kota Negara Jadi "Jualan" Paslon

Kompas.com - 15/11/2020, 07:17 WIB
Suasana debat perdana Pilkada Tanah Bumbu yang dilangsungkan di Studio 2 TVRI Kalsel pada, Selasa (14/11/2020) malam. KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWARSuasana debat perdana Pilkada Tanah Bumbu yang dilangsungkan di Studio 2 TVRI Kalsel pada, Selasa (14/11/2020) malam.

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Dipilihnya Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi Ibu Kota Negara (IKN) menggantikan Jakarta rupanya menjadi isu hangat dalam debat perdana Pilkada Kabupaten Tanah Bumbu.

Debat perdana Pilkada Tanah Bumbu sudah dilangsungkan pada Sabtu (14/11/2020) malam, di Studio 2 TVRI Kalimantan Selatan (Kalsel).

Temanya "Menyelesaikan Persoalan Daerah, Peningkatan Kesejahteraan, dan Pelayanan Masyarakat".

Baca juga: Pilkada Surabaya, Kelompok-kelompok Bernama Banteng Bermunculan

Dari 3 pasangan calon (paslon) tersebut, ada 2 paslon yang menyinggung soal keuntungan Tanah Bumbu jika IKN sudah betul-betul berpindah ke Kaltim.

Syafruddin H Maming dari paslon nomor urut 01 mengatakan bahwa Tanah Bumbu sangat mungkin menjadi penyangga, karena sangat dekat dengan lokasi IKN.

Pembangunan IKN, menurut Syafruddin, nantinya juga akan berimbas kepada Kabupaten Tanah Bumbu.

"Tidak menutup kemungkinan infrastruktur akan terjadi di Tanah Bumbu, karena IKN ini sangat berdekatan dan bisa dikatakan sebagai pintu gerbang IKN," ujar dia dalam sesi wawancara seusai debat.

Baca juga: Pilkada 2020, Ini Prosedur Pemungutan Suara yang Perlu Kita Ketahui

Sementara itu, paslon nomor urut 03, Zairullah Azhar juga mengatakan hal yang sama.

Menurut dia, daerah yang paling pantas menjadi penyangga IKN adalah Kabupaten Tanah Bumbu, bukan Banjarmasin yang secara geografis cukup jauh dari lokasi IKN.

Untuk itu, jika dia terpilih, seluruh fasiltas penunjang akan disiapkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X