Kisah Lelut, Pria yang Bonceng 6 Anjing dengan Motor Bebek Sambil Bekerja, Videonya Viral

Kompas.com - 14/11/2020, 11:59 WIB
Pria di Bali bonceng enam anjingnya dengan motor bebek Kompas.com/ Imam RosidinPria di Bali bonceng enam anjingnya dengan motor bebek

BADUNG, KOMPAS.com - Warga yang tinggal di sekitar Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali kemungkinan tak asing lagi dengan sosok I Ketut Widianta atau yang dikerap disapa Lelut.

Sebab, aksi pria berusia 45 tahun ini yang membonceng enam anjing dengan mengendarai sepeda motor kerap viral di media sosial.

Seperti yang diunggah akun Instagram @infoanda yang memperlihatkan Lelut membonceng enam anjingnya dengan sepeda motor Honda Supra miliknya.

Baca juga: Hiu Paus Terdampar di Kawasan Wisata Mangrove Sekotong, Lombok Barat, Kondisinya Lemas

Ditemui di rumahnya Banjar Kayu Tulang, Canggu, Badung, Bali, Lelut menceritakan hobi mengajak jalan-jalan anjingnya tersebut.

Ia mengaku menyukai anjing sejak kecil.

Lalu, sekitar tahun 1999, Lelut yang saat itu punya satu anjing, mulai mengajak kesayangannya itu jalan-jalan.

Kebiasaan ini ia lakukan setelah ia melihat sejumlah turis atau wisatawan yang mengajak jalan-jalan anjingnya.

Ia kemudian mencari tahu dan ternyata anjing suka jika diajak jalan majikannya.

Dari seekor anjing, seiring berjalannya waktu, ia menambah jumlah peliharannya.

Hingga pada 2005, ia mulai mengajak jalan-jalan enam ekor anjingnya.

"Kalau mengajak enam anjing jalan-jalan sekaligus mulai tahun 2005-an. Awalnya bawa satu saja dan lama itu prosesnya, terus nambah lagi enam," kata pria difabel dengan kondisi bibir sumbing tembus kerongkongan ini, ditemui di rumahnya, Jumat (13/11/2020) sore.

Baca juga: Telantar Saat Pisah dengan Induknya, Bayi Orangutan Dievakuasi Warga

Lelut mengaku saat ini sudah memiliki 22 ekor anjing.

Ia mengaku memungutnya dari jalan raya, pantai, hingga pasar-pasar.

Lelut mengatakan, anjing-anjing itu kebanyakan didapat dari jalanan.

Namun, ada juga orang yang menitipkan anjingnya namun tak pernah diambil.

"Ada yang disuruh nyari anjing. Sudah dicarikan enggak diambil. Ada yang bawa ke sini, disuruh melatih, sudah dilatih dan pintar enggak diambil. Kebanyakan ambil yang dibuang dan terlantar," ceritanya.

Lelut menceritakan, tidak sekedar membawa anjing miliknya jalan-jalan, ia juga sembari bekerja.

Ia menempatkan dua ember putih di samping kanan, dua di samping kiri, dan satu di atas jok.

Setelah ditutup, anjing dinaikkan di atas lima ember bekas cat tersebut. Kemudian satu anjing duduk di jok depan.

Ia lalu menyusuri sekitar Jalan Canggu, hingga Denpasar untuk mengumpulkan limbah sisa makanan dari rumah makan dan hotel.

Limbah tersebut digunakan untuk memberi pakan 30 ekor babi miliknya.

"Istilahnya sekalian bekerja karena saya beternak babi, nyari makannya dari limbah sisa makanan, hotel restoran. Ambil limbah itu lah saya ajak anjing-anjing ini," katanya.

Dengan membonceng enam anjing, ia mengaku harus lebih berhati-hati dalam berkendara.

Saat di jalan, seringkali Lelut mendapat respon beragam dari warga yang melihatnya.

Ada yang takut, ada yang heran, dan ada yang kagum.

"Kebanyakan minta foto-foto tapi," katanya.

Adapun 22 ekor anjing itu akan bergantian diajak jalan-jalan. Dalam seminggu ia biasanya dua kali melakukannya.

Ia mengatakan, dalam merawat 22 anjing harus menyisikan setidaknya Rp 2 juta hingga Rp 3 juta untuk biaya perawatan hingga makanannya.

Anjingnya ia beri makan nasi, ayam, dan makanan anjing setiap harinya.

"Susahnya ya biaya operasional, perawatan kesehatan dan makan," katanya.

Lelut mengatakan, memelihara anjing sangatlah gampang. Namun yang sulit adalah merawatnya.

Ia berpesan kepada masyarakat jika punya anjing dirawat hingga mati, jangan dibuang jika sudah bosan.

Sebab, sejak pandemi Covid-19 ini, ia menemui lebih banyak anjing peliharaan yang dibuang atau diliarkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X