27 ASN Karawang Terpapar Covid-19, Sebagian Pegawai Bekerja dari Rumah

Kompas.com - 12/11/2020, 17:45 WIB
Ilustrasi corona virus (Covid-19) shutterstockIlustrasi corona virus (Covid-19)

KARAWANG, KOMPAS.com - Sebanyak 27 orang aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Karawang terkonfirmasi positif Covid-19. Pemkab pun menerapkan bekerja dari rumah bagi sebagian pegawainya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karawang Asep Aang Rahmatullah mengungkapkan, penyebaran Covid-19 terjadi di beberapa dinas.

"Saat ini pemkab dalam kondisi tertangani. Para pasien sedang dirawat," kata Aang melalui telepon, Kamis (12/11/2020).

Sejak virus corona mewabah hingga saat ini, kata Aang, tercatat sebanyak 109 ASN di Karawang dinyatakan positif.

Baca juga: 9 Pegawai Positif Corona, BPN Karawang Buka Pelayanan Secara Online

 

Saat ini tinggal 27 orang ASN yang masih dirawat. Ada pun yang meninggal dunia ada 4 orang.

Berangkat dari hal itu, sistem dan kerja pegawai diatur. Sejak kemarin, Rabu (11/11/2020) sebanyak 50 persen pegawai kerja dari rumah, sisanya tetap bekerja di kantor.

"Bekerja dari rumah diprioritaskan untuk ASN yang umurnya 50 tahun ke atas, ASN hamil, dan pegawai yang memiliki riwayat penyakit penyerta," jelas Aang.

Selain itu, pegawai yang sakit tenggorokan, demam, batuk, pilek, sesak nafas dan nyeri tenggorokan, juga dilarang masuk kantor.

Tenaga kesehatan terpapar Covid-19

Selain ASN, tenaga kesehatan di Karawang juga terpapar Covid-19.

Baca juga: Polisi Tangkap 3 Pelaku Curanmor di Duren Sawit, Hasil Curian Dijual ke Karawang

 

Mereka di antaranya dokter gigi, dokter umum, bidan, perawat hingga sopir ambulans. Diduga kuat para tenaga kesehatan tertular dari pasien Covid-19.

"Kemarin, penambahan dari nakes 11 orang yang terpapar virus corona," ujar juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Karawang, Fitra Hergyana.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X