Masih Ada yang Tak Percaya Covid-19, Wagub Minta Satgas Tangkal Hoaks Terkait Corona

Kompas.com - 05/11/2020, 21:49 WIB
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani menyerahkan APD kepada kepala Suku Biak di Manokwari Petrus Makbon dan beberapa lembaga lain pada rapat kerja bupati dan wali kota se-Papua Barat di Manokwari, Kamis (5/11/2020). ANTARA/TOYIBANWakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani menyerahkan APD kepada kepala Suku Biak di Manokwari Petrus Makbon dan beberapa lembaga lain pada rapat kerja bupati dan wali kota se-Papua Barat di Manokwari, Kamis (5/11/2020).

KOMPAS.com - Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani meminta Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di wilayah itu menangkal hoaks tentang virus corona baru yang beredar di masyarakat.

Menurut Lakotani, masih ada sebagian kecil masyarakat di Papua Barat yang tak percaya dengan penyebaran Covid-19. Hal ini bisa menjadi kendala dalam menerapkan protokol kesehatan di wilayah itu.

Baca juga: Terbukti Dukung Calon Petahana, 2 Camat di Jember Terancam Turun Pangkat

"Dari penyampaian para bupati wali kota tadi seperti itu. Masih ada masyarakat kita yang berpikir bahwa Covid-19 ini tidak nyata sehingga mereka cenderung abai terhadap protokol kesehatan," ucap Lakotani dalam rapat kerja bupati dan wali kota Papua Barat di Manokwari seperti dikutip dari Antara, Kamis (5/11/2020).

Lakotani menambahkan, warga yang tak percaya itu merupakan korban dari hoaks yang beredar di media sosial.

"Mereka harus tetap menjadi perhatian, harus sadarkan karena kalau mereka sakit akibat terpapar Covid-19 kita juga yang punya kewajiban merawat dan mengobati," sebut Lakotani lagi.

Wakil Gubernur Papua Barat itu menegaskan, pemerintah tak boleh kalah dari penyebar hoaks. Dengan kemampuan yang dimiliki pemerintah, informasi bohong tentang Covid-19 harus ditangkal.

Ia berharap edukasi tentang Covid-19 terus disampaikan di setiap daerah. Masyarakat harus mengetahui informasi tentang penyebaran, bahaya, dan cara mencegah virus corona baru tersebut.

"Covid-19 ini bukan rekayasa dan virus ini benar-benar ada. Sudah ribuan orang meninggal di Indonesia, termasuk saudara-saudara kita di Papua Barat, jadi mau bukti apa lagi," kata Wagub.

Baca juga: Minta Masyarakat Tak Takut ke TPS, Ini yang Dilakukan KPU Papua Barat...

Lakotani juga sempat menyinggung penanganan Covid-19 di Papua Barat. Menurutnya, kinerja satgas sudah baik meski masih ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki.

"Hampir semua sudah on the track. Seperti Teluk Bintuni, upaya pengendalian yang dilakukan Satgas Covid-19 sudah sangat bagus termasuk daerah lain. Tinggal beberapa daerah yang masih memiliki keterbatasan tenaga, fasilitas dan alat kesehatan," katanya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X