Genangan Banjir di Cilacap Berangsur Surut, 531 Orang Masih Mengungsi

Kompas.com - 30/10/2020, 12:40 WIB
Warga korban banjir dievakuasi ke tempat pengungsian di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (27/10/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINWarga korban banjir dievakuasi ke tempat pengungsian di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (27/10/2020).

CILACAP, KOMPAS.com - Banjir yang menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Kroya dan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, berangsur surut.

"Hingga hari ini sudah mulai surut," kata Kepala UPT Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kroya Gunardi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (30/10/2020).

Meski demikian, kata Gunardi, masih ada 531 warga Desa Gentasari dan Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya yang mengungsi di empat titik.

Baca juga: Banjir di Kecamatan Kroya Cilacap Meluas, 773 Jiwa Mengungsi

Rinciannya, di MI Muhammadiyah Gentasari sebanyak 68 orang, tanggul Kali Tipar 287 orang dan MI Maarif 04 Gentasari sebanyak 11 orang.

Kemudian di Desa Mujur Lor terdapat 165 orang yang mengungsi.

Lebih lanjut Gunardi mengatakan, total yang terdampak akibat banjir tersebut mencapai 1.770 rumah yang tersebar di Kecamatan Kroya dan Nusawungu.

"Yang terdampak paling banyak di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya sebanyak 706 kepala keluarga (KK) dan di Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya sebanyak 685," ujar Gunardi.

Kemudian desa lain di Kecamatan Kroya, yaitu Desa Mujur sebanyak 109 KK, Desa Kedawung sebanyak 388 KK dan di Desa Sikampuh sebanyak 60 KK.

Baca juga: Banjir dan Longsor Landa Kebumen, 1 Orang Tewas

Sementara di Kecamatan Nusawungu terdapat 316 KK yang terdampak, masing-masing di Desa Nusawungu, Kedungbenda dan Banjareja.

"Untuk banjir yang di Kecamatan Maos dan Sampah sudah aman," kata Gunardi.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur, Senin (26/10/2020) dini hari mengakibatkan banjir di sejumlah desa di Kabupaten Cilacap.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X