Sosialisasi Penggunaan Kompor Listrik, Apa Saja Keunggulannya?

Kompas.com - 26/10/2020, 15:38 WIB
Juru masak Reyza Adrian Pratama memasak spageti dengan menggunakan kompor induksi saat sosialisasi penggunaan kompor induksi yang diadakan PLN UP3 Pekanbaru di Mal SKA Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (25/10/2020) sore. KOMPAS.COM/IDONJuru masak Reyza Adrian Pratama memasak spageti dengan menggunakan kompor induksi saat sosialisasi penggunaan kompor induksi yang diadakan PLN UP3 Pekanbaru di Mal SKA Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (25/10/2020) sore.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional pada 27 Oktober 2020, PT PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) mengajak masyarakat beralih menggunakan kompor induksi atau listrik.

Penggunaan kompor listrik ini terus disosialisasikan ke masyarakat.

Sosialisasi dilakukan sejak Jumat (23/10/2020) dan berlangsung hingga Selasa di Mal SKA Kota Pekanbaru, Riau.

Baca juga: Peneliti Temukan Cara Sterilisasi Masker N95 dengan Kompor Listrik, Kok Bisa?

General Manager PLN UIWRKR Dispriansyah mengatakan, sosialisasi penggunaan kompor induksi tidak hanya dilakukan di Pekanbaru, namun juga di daerah lainnya.

"Selain PLN UP3 Pekanbaru, kegiatan yang sama juga dilakukan oleh PLN UP3 Kota Dumai, UP3 Rengat, dan UP3 Tanjung Pinang, Kepulauan Riau," kata Dispriansyah kepada Kompas.com di Pekanbaru, Senin (26/10/2020).

Menurut Dispriansyah, penggunaan kompor listrik lebih ramah lingkungan dan bebas dari polusi.

"Ini merupakan komitmen PLN memasyarakatkan electrifying lifestyle dan mengajak para konsumen PLN maupun seluruh lapisan masyarakat menggunakan alat memasak yang ramah lingkungan seperti kompor induksi ini," kata Dispriansyah.

Baca juga: Konsumen Listrik di Atas 900 VA Diimbau Gunakan Kompor Listrik

Ia mengatakan, selain mendorong energi bersih, penggunaan kompor listrik ini juga untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Riau dalam mewujudkan program Riau Hijau.

Konversi ini juga meningkatkan ketahanan energi nasional, karena mengubah penggunaan energi fosil berbasis impor menjadi energi listrik yang sebagian besar sudah bersumber dari energi terbarukan, yang banyak tersedia di alam Indonesia .

Dispriansyah menambahkan, melakukan konversi dari kompor berbahan bakar fosil ke kompor induksi akan meningkatkan konsumsi energi listrik dan energi bersih.

"Pada tahun 2019, penggunaan listrik per kapita baru mencapai 1.084 kilo Watt hour (kWh) per kapita. PLN menargetkan konsumsi listrik per kapita meningkat menjadi 1.142 kWh," sebut Dispriansyah.

Baca juga: Kompor Gas Diganti Kompor Listrik, Akankah Subsidi Lebih Hemat?

Sementara itu, Muhammad Satrio selaku Asisten Analis Pemasaran dan Pelanggan PLN UP3 Pekanbaru menjelaskan keunggulan kompor listrik ini.

"Kompor induksi ini lebih ramah lingkungan dan aman, karena zero polusi. Kemudian, memasak lebih bersih dan nyaman, lebih efektif dan simpel," kata Satrio kepada Kompas.com.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Regional
Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Regional
Kronologi 2 'Speedboat' Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Kronologi 2 "Speedboat" Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Regional
Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Regional
Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Regional
Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Regional
7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

Regional
Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Regional
Jelang Debat Gibran dan Bajo Putaran Kedua Nanti Malam, Ini 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui

Jelang Debat Gibran dan Bajo Putaran Kedua Nanti Malam, Ini 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X