Kompas.com - 24/10/2020, 07:41 WIB

KOTABARU, KOMPAS.com - Polisi menjelaskan kronologi seorang pemuda berinisial RU (28) yang tewas karena disengat tawon di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kotabaru AKP Abdul Jalil mengatakan, korban ketika itu berencana mengambil madu dari sebuah sarang tawon yang berada di kebun sawit.

Menurut Jalil, korban memang bekerja di perkebunan sawit di Desa Tamiang Bakung, Kecamatan Kelumpang Tengah, Kabupaten Kotabaru.

Baca juga: Hendak Ambil Madu di Kebun Sawit, Pemuda ini Tewas Disengat Kawanan Tawon

"Saat hendak memanen sawit bersama seorang rekannya, korban melihat sarang tawon yang cukup besar dan ingin mengambil madunya. Dia sempat dilarang oleh rekannya, karena dianggap berbahaya," ujar Jalil saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2020).

Setelah memanen sawit, korban dan rekannya kemudian pulang.

Mereka kemudian berencana kembali ke kebun sawit setelah mengambil perlengkapan untuk mengambil madu.

Tak lama setelah mengambil perlengkapan, keduanya bergegas kembali ke sarang tawon.

Namun, sebelum sampai di tujuan, rekan korban meminta turun dari motor, karena tidak berani mendekat, apalagi ikut mengambil madu.

Rekan korban hanya menunggu dari kejauhan, sekitar 1 kilometer dari sarang tawon.

"Rekannya atau saksi ini menunggu dari kejauhan, sementara korban mendekati sarang tawon. Jaraknya cukup jauh, sehingga saksi tidak melihat persis saat korban diserang tawon," kata Jalil.

Baca juga: Beredar Video Diduga 2 Pendaki yang Foto Bugil di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf

Korban yang lama tak kembali membuat rekannya mulai cemas.

Ia pun pun berusaha berteriak memanggil korban berkali-kali, namun tidak ada sahutan balasan.

Karena tidak berani mendekat, rekan korban memutuskan kembali menuju kampung untuk meminta tolong kepada warga dan mengecek keberadaan korban.


Beberapa warga kemudian melakukan pencarian terhadap korban dengan mengelilingi kebun sawit.

"Setelah dicari-cari, korban akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di kubangan air di bawah pohon sawit, tak jauh dari sarang tawon," kata Jalil.

Saat ditemukan, kepala korban terbungkus plastik pupuk transparan.

Diduga, saat korban diserang dan disengat kawanan tawon, dia berusaha menutup kepalanya dengan plastik pupuk sebelum menceburkan diri ke kubangan air.

Baca juga: Ayah dan Ibu Dipenjara, Bocah 4 Tahun Dianiaya dan Tak Diberi Makan

Dugaan itu dikuatkan dengan beberapa luka lebam bekas sengatan tawon di tubuh korban.

Selain karena sengatan tawon, Jalil mengatakan, korban bisa juga meninggal dunia karena kehabisan oksigen setelah lama berada di dalam air.

"Ada 14 ekor tawon yang sudah mati ditemukan dalam pakaian korban. Selain karena sengatan tawon, kesimpulan sementara diduga korban meninggal dunia karena kehabisan oksigen ketika tenggelam di kubangan air," kata Jalil.

Diberitakan sebelumnya, seorang pemuda warga Desa Geronggang, Kecamatan Kelumpang Tengah, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, ditemukan tewas di dalam kebun sawit.

Korban diduga tewas karena diserang kawanan tawon saat hendak mengambil madu.

Keluarga korban yang menolak otopsi memilih langsung memakamkan korban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.